Malam itu Gladys tidak tidur nyenyak.Dalam mimpinya, dia kembali ke tahun pertama pernikahannya, saat dia dan Marshel mengambil foto pernikahan.Marshel adalah seorang minimalis. Dia tidak menyukai apa yang disebut rasa seremonial. Mereka bahkan tidak mengadakan pesta pernikahan. Dian yang merasa bersalah kepada Gladys-lah yang memaksa Marshel untuk mengambil foto pernikahan bersamanya.Begitu sudah berjanji, Marshel memang akan bekerja sama. Apa pun arahan fotografer, dia tidak pernah keberatan. Memeluknya, membelai pipinya, atau ....Fotografer berkata, "Pak Marshel, bolehkah Anda mencium mempelai wanita?"Saat itu Gladys masih muda. Berhadapan dengan pria yang dicintainya, jantungnya tentu berdegup lebih cepat. Dia semula mengira Marshel akan menolak. Bagaimanapun, hubungan mereka hanya bisa disebut saling menghormati sebagai suami istri.Namun, Marshel malah mengangguk tenang. Dengan santai dia membungkuk dan memiringkan kepala, lalu mendekati bibir Gladys. Dia tidak suka memejamk
Baca selengkapnya