Situasinya benar-benar terjadi begitu mendadak.Saat Gladys menoleh, dia melihat Prilly dan Ingrid sudah saling tarik-menarik.Yang satu adalah nyonya kaya yang selama ini hidup serba nyaman, sedangkan yang satunya lagi adalah putri keluarga terpandang yang tak pernah mengerjakan pekerjaan rumah. Tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar pandai berkelahi, sehingga mereka hanya saling mendorong.Menghadapi calon ibu mertuanya yang dulu, Ingrid masih merasa sedikit kehilangan keberanian. Namun saat teringat siapa yang kini menjadi pendukungnya, dia menggigit bibir, lalu memandang sekeliling dengan waspada. Setelah memastikan tidak ada orang lain selain Gladys, dia berkata, "Ini perusahaan! Tolong jaga sikap Anda!""Jaga sikap? Sikap apa? Sikapmu itu yang ingin telanjang bulat lalu naik ke ranjang Marshel! Dulu aku sudah bermurah hati membiarkanmu bertunangan dengan Julian! Setelah dia masuk penjara, bukannya setia menunggunya, kamu malah naik ke ranjang kakak iparmu yang sudah beri
Read more