Gladys menutup kembali lemari itu tanpa menunjukkan perubahan ekspresi apa pun. Lalu, dia berbalik dengan tenang. Yang dilihatnya adalah Bibi Sumina dari rumah Dian.Di antara orang-orang Keluarga Ruswandi, Sumina termasuk salah satu yang selalu bersikap sopan kepadanya. Wanita itu sedikit membungkuk. "Nyonya Gladys, kalau Nyonya nggak sibuk, Nyonya Dian ingin bertemu dengan Anda."Sebenarnya Gladys ingin menjawab bahwa dia sangat sibuk. Sibuk menghancurkan topeng Ingrid. Namun bagaimanapun juga, tindakan itu nantinya akan mencoreng nama Keluarga Ruswandi. Karena itu, Gladys tidak membocorkan niatnya lebih dulu."Baik."Setelah tiba di kamar Dian, wanita tua itu melambaikan tangan kepadanya. "Gladys, cepat kemari."Gladys berjalan mendekat. Dian menggenggam tangannya lalu menepuknya perlahan. "Anak baik, kamu benar-benar berbakti. Dalam situasi seperti ini pun kamu masih mau pulang untuk menghadiri jamuan keluarga dan menemani nenek tua sepertiku.""Sudah seharusnya."Gladys tentu tahu
Read more