Malam itu, bulan bersinar terang. Kakinya keluar dari rumah prajurit Liem. Rasanya bulan dan bintang tersenyum bersamanya melihat Liem Chay mau Sangjit besok dan lusanya menikah. Tapi malam ini berbeda. Choa Hok tidak berjalan ke arah selatan—ke arah wisma dengan lampu merah temaram dan dupa yang menghangatkan dada.Dia berjalan ke timur, mengikuti Ah Pa Kwee dengan pakoa (papan tao) kecil yang selalu ditenteng di tangan kirinya.Ke arah rumah keluarga Kwee bersama rombongan mereka yang sibuk ngeliatin kotak make up, berbisik, kadang melihatnya sambil malu-malu.Bukan Kwee Yo Lan. Bukan keluarga penghianat yang hampir bangkrut itu. Yang rumahnya sederhana dengan teras bambu dan kursi kayu lapuk. Tapi Kwee yang lain. Kwee Eng Hwa. Cabang kaya. Cabang yang bergelimang emas perak dari usaha Hong Chui (Bahasa Mandarin bakunya Fengsui)—ilmu tata letak rumah, toko, dan makam yang konon bisa mengubah nasib.Pagar rumah ini dari besi tempa. Tinggi. Di atasnya ada ukiran naga dan phoenix—buka
최신 업데이트 : 2026-05-16 더 보기