"Dengan dia di sini, memangnya kamu bisa makan dengan tenang?"Kezia memutar bola matanya, dia sudah sangat muak.Lantaran ada Amara, mereka harus hati-hati saat berbicara, sehingga mengobrol pun jadi tidak menyenangkan.Tasya tersenyum canggung, lalu memuji Kezia untuk menjilat Kezia.Sementara itu, setelah meninggalkan tempat VIP, Amara tidak langsung pulang, melainkan pergi ke konter bar di depan."Halo, aku mau pesan yang ini, ini, juga yang ini, untuk dibawa pulang, terima kasih."Amara menunjuk beberapa hidangan di menu.Semuanya itu adalah hidangan yang baru saja dia cicipi dan menurutnya rasanya cukup enak.Amara tidak tahu apakah Aryan akan menyukainya.Amara membawa makanan itu ke rumah sakit. Sayangnya, dia datang sedikit terlambat, Aryan baru saja masuk ke ruang operasi.Amara merasa sedikit kesal. Seandainya tahu, dia tidak akan berhemat dan seharusnya naik taksi saja."Kalau begitu, titip ini di sini dulu, ya. Kalau Dokter Aryan keluar nanti, tolong berikan ini padanya."
Read more