"Bibi, maafkan aku. Aku janji, lain kali nggak akan mengulanginya lagi. Tapi, untuk kali ini, apa boleh ….""Nggak bisa! Kalau kalian semua begini, gimana aku bisa tidur?"Ibu asrama memotong kata-kata Amara dengan kesal."Lihatlah Bibi, aku sudah ada di sini. Tolong bukakan sebentar, Bi. Sudah larut malam begini, aku nggak punya tempat tujuan lain."Amara memohon dengan suara pelan, tetapi ibu asrama tetap tidak bergeming.Tepat di saat Amara mengira sudah tidak ada harapan lagi untuk masuk dan mulai bingung harus pergi ke mana, terdengar suara gerisik dari arah pintu.Amara langsung menoleh ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya Amara saat melihat Kezia dan Tasya berada di sana."Amara! Di sini!"Kezia melambaikan tangan pada Amara dari balik pintu.Amara merasa heran. Sedang apa Kezia di sini? Juga, untuk apa dia memanggilnya ke sana?Akan tetapi, Amara tetap menghampirinya.Layaknya pesulap, Kezia mengeluarkan kunci dari dalam sakunya, lalu membuka pintu asrama.Gerakannya sangat
Read more