"Buka kakimu, kalau begitu terus nggak akan bisa masuk."Amara Atmaja berbaring di atas ranjang periksa, napasnya agak terengah-engah.Roknya sudah disingkap sampai pangkal paha, memperlihatkan celana dalamnya yang berwarna putih bersih. Ini pertama kalinya Amara berada dalam posisi seperti ini di depan lawan jenis, sehingga membuatnya merasa begitu malu hingga tidak sanggup mengangkat kepala.Namun, dokter pria di hadapannya yang mengenakan masker itu, terlihat acuh tak acuh, seakan menganggap Amara tidak lebih dari sebuah benda mati.Sebelum datang, Amara tidak pernah menyangka jika pemeriksaan ginekologi juga bisa dilakukan oleh dokter pria ….Terlebih lagi, pria itu sedang memegang sebuah tang logam bergagang lengkung di tangannya, sehingga membuat Amara tanpa sadar mencengkeram seprai dengan erat.Seberapa sakitkah jika benda itu dimasukkan?Melihat sedikit rasa tidak sabar melintas di mata di balik kacamata bingkai emas itu, Amara pun memberanikan diri untuk bertanya, "Ini … apa
Read more