Callum datang saat keadaan sudah kacau total.Dia masuk melalui pintu samping dengan setelan abu-abu gelap, rambut yang tertata sempurna, dan ekspresi kesal seorang pria yang merasa telah dipaksa meninggalkan rapat penting. Namun saat melihat layar itu, kekesalannya langsung menghilang.Wajahnya sendiri masih terpampang di sana, membeku di samping Serena.Vivian bahkan tidak memberinya waktu untuk mencerna keadaan. Dia berjalan ke arahnya, melepas cincin pernikahannya, lalu menjatuhkannya ke dalam gelas sampanye miliknya.Bunyinya pelan, tetapi semua orang mendengarnya."Callum," katanya, suaranya membelah riuh kilatan kamera dan bisik-bisik di ruangan. "Pengacaraku sudah mengajukan gugatan pagi ini."Ekspresi wajah Callum berubah dari terkejut menjadi panik, lalu menjadi penuh perhitungan. Dia memandang sekeliling aula, melihat para reporter, ponsel yang merekam, para investor, dan para sosialita yang menonton dengan rasa lapar yang terang-terangan.Dan pada saat itu, dia membuat pili
Ler mais