Share

Bab 5

Author: Jasmine Flower
Graham tidak pulang pada malam pernikahan kami.

Asistennya menelepon sedikit lewat tengah malam dan mengatakan ada keadaan darurat di perusahaan dana investasinya. Dia harus tetap berada di kantor.

"Baik," jawabku dengan singkat, lalu menutup telepon.

Setelah itu, aku tidur.

Ketidakhadirannya tidak berarti apa-apa bagiku.

Keesokan paginya, saat sedang dalam perjalanan menuju Grup Aster, sebuah nomor tak dikenal menelepon.

"Bu Nora?" ucap seorang wanita. "Aku dari tim compliance. Kami menangani pengajuan regulasi darurat untuk beberapa jaringan rumah sakit. Ada masalah terkait pernyataan Keluarga Susanto yang beredar online, dan kami memerlukan tanda tanganmu sebelum lokasi uji coba dapat dilanjutkan."

Postingan Serena sudah menyeret regulator ke dalam kolom komentar. Jika salah satu mitra rumah sakit mulai gelisah, aku perlu mengetahuinya.

"Kirim alamatnya," kataku.

Dua puluh menit kemudian, sopirku berhenti di depan sebuah gedung perkantoran pribadi di pusat kota.

Seorang wanita yang mengenakan tanda pengenal tamu menemuiku di lobi. Dia mengenakan setelan biru tua, membawa tablet, dan berbicara dengan kesopanan yang berhati-hati seperti seseorang yang dilatih untuk tidak menjawab pertanyaan di luar tugasnya.

"Silakan lewat sini, Bu Nora."

Dia mengantarku ke ruang konferensi di lantai 23.

Ruangan itu dipenuhi dinding kaca, logam mengilap, dan pemandangan kota yang tampak terlalu sempurna untuk dunia nyata. Sebuah map sudah menunggu di atas meja.

Pintu dikunci di belakangku.

Aku berbalik dan mendapatkan dua pria berjas yang sedang berdiri di dalam ruangan.

Bukan pengacara, melainkan petugas keamanan pribadi.

Ponselku diambil bahkan sebelum aku sempat menelepon.

Wanita itu meletakkan map di depanku. "Silakan ditinjau dan ditandatangani."

Aku membukanya.

Itu bukan dokumen regulasi. Itu adalah surat kuasa darurat dan otorisasi saham yang memindahkan kendali operasional saham Grup Aster milikku ke sebuah perusahaan holding kesehatan.

Wajahku langsung mendingin.

"Nggak."

Salah satu pria melangkah mendekat.

Ekspresi wanita itu tetap tidak berubah.

"Kalau kamu menolak, mitra rumah sakit akan menerima dokumen yang menyatakan bahwa data klinismu telah dimanipulasi. Badan Pengawas Obat juga akan menerimanya."

"Kalian memalsukan bukti."

"Pasaran jarang menunggu bukti."

Dia benar.

Grup Aster masih terlalu muda. Satu tuduhan yang ditempatkan dengan tepat bisa membekukan proyek uji coba, menakut-nakuti investor, dan membuat kebohongan Serena terlihat meyakinkan.

Tetap saja, aku mendorong map itu kembali.

"Nggak."

Pukulan pertama yang cepat dan terkontrol menghantam tepat di bawah tulang rusukku.

Di bawah meja, di tempat yang tidak terekam kamera pengawas.

Rasa sakit merobek sisi tubuhku. Aku mencengkeram kursi erat-erat dan memaksa diri untuk tidak mengeluarkan suara.

Wanita itu menggeser dokumen lebih dekat.

"Tanda tangani dan setujui atas nama perusahaanmu. Setelah itu, kamu boleh pergi."

Aku menunduk melihat dokumen itu. Petunjuk pertama ada di bagian bawah halaman.

[ WBC-HC-77. ]

Baskara Capital. Divisi kesehatan.

Perusahaan investasi milik Graham.

Petunjuk kedua muncul di dua halaman berikutnya, dalam sebuah klausul yang ditulis terlalu spesifik, menyesuaikan perlindungan dalam perjanjian pranikahku. Siapa pun yang menyusun ini tahu persis hukuman apa yang akan berlaku jika Graham menyentuh perusahaanku secara langsung.

Jadi, dia memang tidak menyentuhnya secara langsung. Dia menyuruh orang lain melakukannya.

"Tanda tangani," kata wanita itu.

Aku tersenyum di tengah rasa sakit.

"Katakan pada Graham dia butuh pengacara yang lebih baik."

Untuk pertama kalinya, ekspresinya menegang.

Pukulan kedua membuat napasku tercekat.

Saat akhirnya bisa bernapas lagi, salah satu pria sudah menekan pergelangan tanganku ke meja. Yang lainnya menyodorkan sebuah pena dengan paksa ke tanganku. Mereka menyeret jariku melintasi garis tanda tangan sampai namaku tertulis miring di bagian bawah halaman.

Itu hanya terlihat seperti tanda tanganku jika seseorang memang ingin memercayainya.

Kemudian, mereka membuka sistem portal perusahaanku.

Tentu saja mereka membutuhkan lebih dari sekadar tanda tangan.

Grup Aster mewajibkan autentikasi dua langkah untuk pemindahan kendali apa pun.

Ponselku diangkat ke depan wajahku. Pengenal wajah terbuka.

Wanita itu mendorong layar persetujuan ke depanku.

"Setujui."

"Nggak."

Pria di belakangku memelintir pergelangan tanganku.

Rasa sakit menyambar seperti kilat. Ibu jariku menyentuh layar. Sistem pun berbunyi dan otorisasi dikirim.

Wanita itu mengambil map dan tabletnya. Saat dia berbalik pergi, salah satu petugas keamanan menjawab telepon di dekat pintu.

"Beri tahu Daniel bahwa transfernya sudah selesai."

Di situlah jawabannya. Daniel Prakoso. Sekretaris eksekutif Graham.

Mereka mengira aku terlalu kesakitan untuk menyadarinya. Mereka salah.

Wanita itu menoleh sekali lagi.

"Kamu akan dibebaskan dalam sepuluh menit. Aku sarankan kamu menggunakan sisa hari ini untuk beristirahat."

Kemudian, mereka pun pergi, meninggalkanku sendirian di ruangan terkunci itu.

Aku duduk di sana sampai rasa sakitnya berubah menjadi denyutan konstan. Pergelangan tanganku mulai membiru, bernapas terasa menyakitkan, dan darah mengering di sudut bibirku.

Namun, pikiranku tetap jernih.

Kode internal WBC. Ancaman yang disusun berdasarkan perjanjian pranikahku. Nama Daniel dalam panggilan terakhir.

Graham tidak menandatangani dokumen itu sendiri. Dia hanya meninggalkan sidik jarinya di mana-mana.

Saat seseorang akhirnya membuka pintu, aku berjalan keluar tanpa menangis.

Di dalam lift, aku merogoh lapisan dalam blazer dan mengeluarkan ponsel darurat yang kujahit di sana setelah menandatangani perjanjian pranikah.

Secara teoritis, kepercayaan memang indah, tetapi tidak berguna dalam kenyataan.

Tanganku gemetar saat menelepon. Panggilan tersambung pada dering kedua.

"Bu Nora?"

"Ada masalah dengan kerja sama Graham," kataku dengan suara serak.

Kepala stafku terdiam selama satu detik.

Kemudian dia berkata, "Baik."

"Aktifkan Rencana B."

"Baik, Bu."

Aku mengakhiri panggilan lalu menyandarkan tubuh ke dinding lift.

Graham yang lebih dulu melanggar perjanjian itu. Sekarang klausul hukumannya menjadi milikku.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih   Bab 10

    Dalam waktu 24 jam, konferensi pers itu sudah tersebar ke mana-mana.Foto dan dokumennya memang sudah disamarkan, tetapi itu tidak membuat judul beritanya menjadi lebih ramah.[ Citra Sempurna Serena Susanto Hancur di Acara Grup Aster ][ Perselingkuhan, Penipuan, dan Pengkhianatan Keluarga di Balik Skandal Keluarga Susanto ][ Benarkah Serena Susanto Mencuri Perusahaan dan Penelitian Milik Adiknya? ]Berita itu bertahan selama berhari-hari. Setiap akun gosip, blog keuangan, dan buletin industri punya versinya sendiri.Orang tuaku membawa Serena pulang ke rumah Keluarga Susanto dan menyembunyikannya dari publik.Ibuku menelepon dua kali. Aku tidak mengangkatnya.Kemudian, dia mengirim pesan suara, penuh amarah dan rasa malu, mengatakan bahwa orang-orang di klub mulai menggosipkan mereka, ayahku berhenti menerima telepon, dan nama Keluarga Susanto sudah menjadi bahan tertawaan.Aku menghapusnya di tengah jalan. Aku punya pekerjaan yang lebih penting.Dengan tekanan yang terus diberikan

  • Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih   Bab 9

    Callum datang saat keadaan sudah kacau total.Dia masuk melalui pintu samping dengan setelan abu-abu gelap, rambut yang tertata sempurna, dan ekspresi kesal seorang pria yang merasa telah dipaksa meninggalkan rapat penting. Namun saat melihat layar itu, kekesalannya langsung menghilang.Wajahnya sendiri masih terpampang di sana, membeku di samping Serena.Vivian bahkan tidak memberinya waktu untuk mencerna keadaan. Dia berjalan ke arahnya, melepas cincin pernikahannya, lalu menjatuhkannya ke dalam gelas sampanye miliknya.Bunyinya pelan, tetapi semua orang mendengarnya."Callum," katanya, suaranya membelah riuh kilatan kamera dan bisik-bisik di ruangan. "Pengacaraku sudah mengajukan gugatan pagi ini."Ekspresi wajah Callum berubah dari terkejut menjadi panik, lalu menjadi penuh perhitungan. Dia memandang sekeliling aula, melihat para reporter, ponsel yang merekam, para investor, dan para sosialita yang menonton dengan rasa lapar yang terang-terangan.Dan pada saat itu, dia membuat pili

  • Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih   Bab 8

    Layar berpindah ke file berikutnya.Yang ini berbeda. Bukan lobi hotel, bukan jejak transaksi, bukan rekaman lift dengan penanda waktu seperti sebelumnya. Ini adalah gambar diam yang dipotong dari CCTV rumah pribadi, beberapa bagiannya sudah disamarkan oleh tim pengacara, tetapi bagian pentingnya masih sangat jelas.Di meja kecil di samping tempat tidur, tepat di belakang Serena, ada sebuah foto pernikahan berbingkai.Callum dan istrinya, Vivian Kuncoro.Callum. Pewaris kerajaan properti, sosok kesayangan media, suami dari salah satu wanita paling berpengaruh di Kota Matan, dan jelas-jelas bukan Lucas.Para reporter langsung menyerbu maju. Kilatan kamera menyala begitu cepat hingga aula itu tampak seperti diterangi sambaran petir.Serena mundur beberapa langkah, tumitnya menginjak pecahan kaca.Aku menatapnya dan teringat kehidupan lamaku.Dulu, semua orang mengatakan Serena meninggal karena kecelakaan mobil. Lucas berkabung selama bertahun-tahun. Graham bahkan bertengkar dengannya di

  • Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih   Bab 7

    Tiga hari setelah Serena mengumumkan bahwa dia telah "mengambil alih" Grup Aster, sebelum putusan penangguhan sempat sepenuhnya membatalkan pengalihan palsu itu, dia mengadakan acara konferensi pers di Gedung Galas, pusat kota.Dia memilih tempat yang memang dibuat untuk kamera. Jendela besar yang terbentang dari lantai hingga langit-langit, pemandangan cakrawala kota, bunga putih di setiap meja, dan dinding latar penuh logo Grup Aster.Serena berdiri tepat di tengah semuanya dengan setelan desainer berwarna putih gading, gelang berlian di pergelangan tangannya berkilau saat para reporter mengerubunginya."Bu Serena, apa rencanamu untuk Grup Aster ke depannya?"Serena tersenyum lembut, tampak rendah hati dan sempurna."Aku cuma ingin melindungi apa yang sudah dibangun adikku," katanya. "Nora sedang berada dalam tekanan yang sangat besar akhir-akhir ini. Sampai dia cukup pulih untuk kembali, aku akan membantu menstabilkan perusahaan dan bekerja bersama tim untuk menentukan langkah berik

  • Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih   Bab 6

    Aku menghabiskan dua minggu di rumah sakit.Tulang rusuk memar, pergelangan tangan terkilir, dan dehidrasi. Tidak ada yang tidak bisa didokumentasikan dokter, difoto, lalu dilampirkan ke berkas hukum.Pagi harinya, saat aku dipulangkan, aku tidak pulang ke rumah.Aku kembali ke gedung tinggi di kota yang sama, tempat mereka pernah mengunciku di ruang konferensi dan memaksakan permintaan pengalihan aset itu.Bedanya, kali ini ruangan itu milikku.Graham datang pada pukul sepuluh.Dia datang bersama seorang pengacara dan Daniel di belakangnya. Begitu melihatku berdiri di ujung meja kaca, ekspresinya langsung berubah."Nora."Aku tidak menjawab.Pengacaraku meletakkan sebuah map di depannya. Kepala stafku berdiri di samping layar. Di sana terpampang hal-hal yang anak buahnya kira terlalu menyakitkan bagiku sampai aku tidak menyadarinya.WBC-HC-77.Kode dokumen internal Baskara Capital.Paket pengalihan saham yang dibuat berdasarkan perjanjian pranikahku. Riwayat panggilan dari petugas kea

  • Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih   Bab 5

    Graham tidak pulang pada malam pernikahan kami.Asistennya menelepon sedikit lewat tengah malam dan mengatakan ada keadaan darurat di perusahaan dana investasinya. Dia harus tetap berada di kantor."Baik," jawabku dengan singkat, lalu menutup telepon.Setelah itu, aku tidur.Ketidakhadirannya tidak berarti apa-apa bagiku.Keesokan paginya, saat sedang dalam perjalanan menuju Grup Aster, sebuah nomor tak dikenal menelepon."Bu Nora?" ucap seorang wanita. "Aku dari tim compliance. Kami menangani pengajuan regulasi darurat untuk beberapa jaringan rumah sakit. Ada masalah terkait pernyataan Keluarga Susanto yang beredar online, dan kami memerlukan tanda tanganmu sebelum lokasi uji coba dapat dilanjutkan."Postingan Serena sudah menyeret regulator ke dalam kolom komentar. Jika salah satu mitra rumah sakit mulai gelisah, aku perlu mengetahuinya."Kirim alamatnya," kataku.Dua puluh menit kemudian, sopirku berhenti di depan sebuah gedung perkantoran pribadi di pusat kota.Seorang wanita yang

  • Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih   Bab 4

    Satu bulan kemudian, Serena dan Lucas mengadakan pernikahan mereka di hari yang sama dengan pernikahanku dan Graham.Serena mengenakan gaun rancangan khusus dan menggandeng lengan Lucas. Lucas terus menundukkan kepala untuk merapikan ekor gaunnya dan membetulkan kerudungnya, setiap gerakannya lembut

  • Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih   Bab 3

    Setelah hari itu, aku berhenti menoleh ke belakang.Lucas dan Serena bisa memiliki kisah cinta mereka. Graham bisa mempertahankan rasa jijiknya. Aku sudah menghabiskan satu kehidupan dengan menjadi orang yang dipilih, dipertukarkan, lalu diabaikan. Aku tidak akan membuang-buang kehidupan yang ini ju

  • Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih   Bab 2

    Serena ragu cukup lama.Di sebelah kirinya berdiri Lucas, pewaris Grup Ardana. Pria yang tumbuh di tengah lokasi syuting, kesepakatan streaming, dan skandal karpet merah.Di sebelah kanannya berdiri Graham, partner di salah satu perusahaan investasi kesehatan paling agresif di Kota Nawi, tipe pria y

  • Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih   Bab 1

    Serena masih menangis."Nora, aku bersumpah aku nggak sengaja," isaknya, suaranya bergetar di sela napas yang tersendat. "Aku cuma terlalu banyak minum. Aku bahkan nggak tahu gimana aku dan Lucas bisa ...."Sebelum dia sempat menyelesaikan kalimatnya, dia meraih pisau buah kecil dari baki layanan ka

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status