ログインDalam waktu 24 jam, konferensi pers itu sudah tersebar ke mana-mana.Foto dan dokumennya memang sudah disamarkan, tetapi itu tidak membuat judul beritanya menjadi lebih ramah.[ Citra Sempurna Serena Susanto Hancur di Acara Grup Aster ][ Perselingkuhan, Penipuan, dan Pengkhianatan Keluarga di Balik Skandal Keluarga Susanto ][ Benarkah Serena Susanto Mencuri Perusahaan dan Penelitian Milik Adiknya? ]Berita itu bertahan selama berhari-hari. Setiap akun gosip, blog keuangan, dan buletin industri punya versinya sendiri.Orang tuaku membawa Serena pulang ke rumah Keluarga Susanto dan menyembunyikannya dari publik.Ibuku menelepon dua kali. Aku tidak mengangkatnya.Kemudian, dia mengirim pesan suara, penuh amarah dan rasa malu, mengatakan bahwa orang-orang di klub mulai menggosipkan mereka, ayahku berhenti menerima telepon, dan nama Keluarga Susanto sudah menjadi bahan tertawaan.Aku menghapusnya di tengah jalan. Aku punya pekerjaan yang lebih penting.Dengan tekanan yang terus diberikan
Callum datang saat keadaan sudah kacau total.Dia masuk melalui pintu samping dengan setelan abu-abu gelap, rambut yang tertata sempurna, dan ekspresi kesal seorang pria yang merasa telah dipaksa meninggalkan rapat penting. Namun saat melihat layar itu, kekesalannya langsung menghilang.Wajahnya sendiri masih terpampang di sana, membeku di samping Serena.Vivian bahkan tidak memberinya waktu untuk mencerna keadaan. Dia berjalan ke arahnya, melepas cincin pernikahannya, lalu menjatuhkannya ke dalam gelas sampanye miliknya.Bunyinya pelan, tetapi semua orang mendengarnya."Callum," katanya, suaranya membelah riuh kilatan kamera dan bisik-bisik di ruangan. "Pengacaraku sudah mengajukan gugatan pagi ini."Ekspresi wajah Callum berubah dari terkejut menjadi panik, lalu menjadi penuh perhitungan. Dia memandang sekeliling aula, melihat para reporter, ponsel yang merekam, para investor, dan para sosialita yang menonton dengan rasa lapar yang terang-terangan.Dan pada saat itu, dia membuat pili
Layar berpindah ke file berikutnya.Yang ini berbeda. Bukan lobi hotel, bukan jejak transaksi, bukan rekaman lift dengan penanda waktu seperti sebelumnya. Ini adalah gambar diam yang dipotong dari CCTV rumah pribadi, beberapa bagiannya sudah disamarkan oleh tim pengacara, tetapi bagian pentingnya masih sangat jelas.Di meja kecil di samping tempat tidur, tepat di belakang Serena, ada sebuah foto pernikahan berbingkai.Callum dan istrinya, Vivian Kuncoro.Callum. Pewaris kerajaan properti, sosok kesayangan media, suami dari salah satu wanita paling berpengaruh di Kota Matan, dan jelas-jelas bukan Lucas.Para reporter langsung menyerbu maju. Kilatan kamera menyala begitu cepat hingga aula itu tampak seperti diterangi sambaran petir.Serena mundur beberapa langkah, tumitnya menginjak pecahan kaca.Aku menatapnya dan teringat kehidupan lamaku.Dulu, semua orang mengatakan Serena meninggal karena kecelakaan mobil. Lucas berkabung selama bertahun-tahun. Graham bahkan bertengkar dengannya di
Tiga hari setelah Serena mengumumkan bahwa dia telah "mengambil alih" Grup Aster, sebelum putusan penangguhan sempat sepenuhnya membatalkan pengalihan palsu itu, dia mengadakan acara konferensi pers di Gedung Galas, pusat kota.Dia memilih tempat yang memang dibuat untuk kamera. Jendela besar yang terbentang dari lantai hingga langit-langit, pemandangan cakrawala kota, bunga putih di setiap meja, dan dinding latar penuh logo Grup Aster.Serena berdiri tepat di tengah semuanya dengan setelan desainer berwarna putih gading, gelang berlian di pergelangan tangannya berkilau saat para reporter mengerubunginya."Bu Serena, apa rencanamu untuk Grup Aster ke depannya?"Serena tersenyum lembut, tampak rendah hati dan sempurna."Aku cuma ingin melindungi apa yang sudah dibangun adikku," katanya. "Nora sedang berada dalam tekanan yang sangat besar akhir-akhir ini. Sampai dia cukup pulih untuk kembali, aku akan membantu menstabilkan perusahaan dan bekerja bersama tim untuk menentukan langkah berik
Aku menghabiskan dua minggu di rumah sakit.Tulang rusuk memar, pergelangan tangan terkilir, dan dehidrasi. Tidak ada yang tidak bisa didokumentasikan dokter, difoto, lalu dilampirkan ke berkas hukum.Pagi harinya, saat aku dipulangkan, aku tidak pulang ke rumah.Aku kembali ke gedung tinggi di kota yang sama, tempat mereka pernah mengunciku di ruang konferensi dan memaksakan permintaan pengalihan aset itu.Bedanya, kali ini ruangan itu milikku.Graham datang pada pukul sepuluh.Dia datang bersama seorang pengacara dan Daniel di belakangnya. Begitu melihatku berdiri di ujung meja kaca, ekspresinya langsung berubah."Nora."Aku tidak menjawab.Pengacaraku meletakkan sebuah map di depannya. Kepala stafku berdiri di samping layar. Di sana terpampang hal-hal yang anak buahnya kira terlalu menyakitkan bagiku sampai aku tidak menyadarinya.WBC-HC-77.Kode dokumen internal Baskara Capital.Paket pengalihan saham yang dibuat berdasarkan perjanjian pranikahku. Riwayat panggilan dari petugas kea
Graham tidak pulang pada malam pernikahan kami.Asistennya menelepon sedikit lewat tengah malam dan mengatakan ada keadaan darurat di perusahaan dana investasinya. Dia harus tetap berada di kantor."Baik," jawabku dengan singkat, lalu menutup telepon.Setelah itu, aku tidur.Ketidakhadirannya tidak berarti apa-apa bagiku.Keesokan paginya, saat sedang dalam perjalanan menuju Grup Aster, sebuah nomor tak dikenal menelepon."Bu Nora?" ucap seorang wanita. "Aku dari tim compliance. Kami menangani pengajuan regulasi darurat untuk beberapa jaringan rumah sakit. Ada masalah terkait pernyataan Keluarga Susanto yang beredar online, dan kami memerlukan tanda tanganmu sebelum lokasi uji coba dapat dilanjutkan."Postingan Serena sudah menyeret regulator ke dalam kolom komentar. Jika salah satu mitra rumah sakit mulai gelisah, aku perlu mengetahuinya."Kirim alamatnya," kataku.Dua puluh menit kemudian, sopirku berhenti di depan sebuah gedung perkantoran pribadi di pusat kota.Seorang wanita yang
Satu bulan kemudian, Serena dan Lucas mengadakan pernikahan mereka di hari yang sama dengan pernikahanku dan Graham.Serena mengenakan gaun rancangan khusus dan menggandeng lengan Lucas. Lucas terus menundukkan kepala untuk merapikan ekor gaunnya dan membetulkan kerudungnya, setiap gerakannya lembut
Setelah hari itu, aku berhenti menoleh ke belakang.Lucas dan Serena bisa memiliki kisah cinta mereka. Graham bisa mempertahankan rasa jijiknya. Aku sudah menghabiskan satu kehidupan dengan menjadi orang yang dipilih, dipertukarkan, lalu diabaikan. Aku tidak akan membuang-buang kehidupan yang ini ju
Serena masih menangis."Nora, aku bersumpah aku nggak sengaja," isaknya, suaranya bergetar di sela napas yang tersendat. "Aku cuma terlalu banyak minum. Aku bahkan nggak tahu gimana aku dan Lucas bisa ...."Sebelum dia sempat menyelesaikan kalimatnya, dia meraih pisau buah kecil dari baki layanan ka







