"Aku nggak bisa menahan diri, jadi menamparnya sekali. Setelah itu, dia langsung mendorongku dengan marah.""Kamu tahu sendiri, aku lagi hamil. Kondisi tubuhku juga nggak baik. Aku sama sekali nggak tahan meski hanya sedikit benturan."Mendengar perkataan Tania, seluruh tubuhku sontak terpaku di tempat. Bibirku bergetar beberapa kali sebelum akhirnya bisa mengeluarkan suara."Lexi, dengarkan aku, bukan seperti itu. A ... aku benar-benar nggak melakukannya."Siapa sangka, Lexi malah marah. "Shemy, kenapa kamu begitu jahat? Delapan tahun lalu, kamu selingkuh dengan pria lain.""Delapan tahun kemudian, saat aku hampir nikah, kamu merasa aku masih baik padamu, bahkan sampai memukul tunanganku.""Kamu berani memukul wanitaku ya? Hari ini akan kubiarkan kamu merasakan akibatnya." Sambil berkata begitu, dia berjalan mendekat, lalu menendang kursi rodaku dengan marah beberapa kali.Dia juga mendorong kursi rodaku dengan keras ke arah meja makan. Kursi roda itu menghantam meja makan. Mangkuk-ma
Read more