Share

Bab 6

Penulis: Muriaz
"Aku nggak bisa menahan diri, jadi menamparnya sekali. Setelah itu, dia langsung mendorongku dengan marah."

"Kamu tahu sendiri, aku lagi hamil. Kondisi tubuhku juga nggak baik. Aku sama sekali nggak tahan meski hanya sedikit benturan."

Mendengar perkataan Tania, seluruh tubuhku sontak terpaku di tempat. Bibirku bergetar beberapa kali sebelum akhirnya bisa mengeluarkan suara.

"Lexi, dengarkan aku, bukan seperti itu. A ... aku benar-benar nggak melakukannya."

Siapa sangka, Lexi malah marah. "Shemy, kenapa kamu begitu jahat? Delapan tahun lalu, kamu selingkuh dengan pria lain."

"Delapan tahun kemudian, saat aku hampir nikah, kamu merasa aku masih baik padamu, bahkan sampai memukul tunanganku."

"Kamu berani memukul wanitaku ya? Hari ini akan kubiarkan kamu merasakan akibatnya." Sambil berkata begitu, dia berjalan mendekat, lalu menendang kursi rodaku dengan marah beberapa kali.

Dia juga mendorong kursi rodaku dengan keras ke arah meja makan. Kursi roda itu menghantam meja makan. Mangkuk-mangkuk di atas meja jatuh ke lantai, meja makan pun terbalik.

Kursi rodaku juga ikut terbalik. Kepalaku menghantam sudut meja dengan keras, darah langsung mengucur. Kepalaku berdengung, bahkan tubuhku gemetar tak terkendali.

Namun, Lexi bahkan tidak melirikku sedikit pun. Dia hanya buru-buru menggendong Tania. Saat Tania menangis tersedu-sedu, dia mencium sudut bibir wanita itu dengan panik.

"Jangan nangis. Aku akan segera bawa kamu ke rumah sakit." Setelah itu, dia tidak melihatku lagi. Dia langsung berbalik dan menggendong Tania keluar.

Melihat senyuman penuh provokasi Tania dan punggung Lexi, aku tiba-tiba tertawa. Aku tertawa sampai air mata mengalir keluar.

Hal itu juga mengingatkanku pada saat aku berusia 18 tahun. Waktu itu di dalam bus, ada seorang pria yang melecehkanku dan meraba bokongku.

Saat itu, Lexi masih anak muda yang gegabah. Dengan marah, dia mencengkeram pria yang lebih tinggi satu kepala dan jauh lebih besar darinya itu, lalu seperti binatang buas yang mengamuk, dia menghajar wajah pria itu berkali-kali dengan tinjunya.

"Dasar sampah tak berguna! Berani-beraninya menyentuh wanitaku! Aku akan hajar kamu sampai mati!"

Saat itu, seluruh penumpang di dalam bus ketakutan. Hanya aku yang menangis sambil mati-matian menarik lengan Lexi, memohon padanya agar dia berhenti. Setelah beberapa saat, barulah Lexi menghentikan tangannya.

Dulu wanita Lexi adalah aku, jadi dia rela mati-matian melindungiku. Sekarang orang di hati Lexi sudah berubah menjadi gadis lain, jadi dia juga rela mati-matian melindunginya, sekalipun orang yang dipukul itu adalah aku.

Dadaku terasa sakit sampai bergetar. Para pelayan di sekitar mulai berdatangan. Tak lama kemudian, polisi datang. Saat melihat polisi muncul di detik itu juga, tenagaku tiba-tiba menghilang.

Aku menggenggam erat tangan polisi, lalu berkata, "Tolong sampaikan pada ibuku, jangan menuntut. Katakan pada ibuku, semua ini adalah pilihanku sendiri. Katakan pada ibuku, maaf ... aku ... aku nggak bisa menemaninya lagi setelah ini ...."

Dadaku terasa sesak dan getir, tetapi entah kenapa aku tidak lagi merasa menyesal. Bagaimanapun juga, aku sudah melawan kanker selama delapan tahun, menunggu selama delapan tahun. Impian terbesarku hanyalah ingin bertemu Lexi sekali lagi.

Sekarang aku sudah bertemu dengannya. Mimpiku sudah terwujud, itu sudah cukup.

Selamat tinggal, Lexi, aku mencintaimu.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun   Bab 11

    Lexi melihat jejak darah panjang di lantai. "Baiklah, aku akan melepaskanmu."Setelah itu, dia pergi bersama Tania ke pengadilan negeri, menanggung seluruh utang sendirian, dan membiarkan Tania pergi.Itu adalah kebaikan terakhirnya. Setelah itu, hidupnya benar-benar kacau. Setiap hari dia hanya minum alkohol di rumah, sementara ibunya mulai memohon-mohon padanya setiap hari, memohon agar dia berhenti menghancurkan diri seperti itu.Namun setiap kali, Lexi hanya memandangnya dengan tenang. "Bukankah ini yang Ibu inginkan? Sosok anak baik yang selamanya bisa Ibu kendalikan.""Lihat, sekarang aku sangat patuh pada Ibu, 'kan? Menemani Ibu dipukuli sampai setengah mati."Ibu Lexi akhirnya benar-benar ketakutan. Dia mulai menangis. Di tengah isaknya, dia memohon agar Lexi melepaskannya. Namun, Lexi hanya memandangnya dengan tenang."Memangnya ada gunanya nangis? Waktu Shemy nangis, kenapa Ibu nggak terpikir untuk melepaskannya? Waktu aku nangis, kenapa Ibu juga diam saja?"Begitulah, di baw

  • Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun   Bab 10

    "Hais, Shemy itu memang jahat. Kalau dulu dia nggak goda anak kami, mana mungkin Lexi dibohongi olehnya sampai sebegitunya. Untung saja dia kena kanker. Aku cuma suruh dia mikirin masa depan Lexi, terus dia benar-benar putus dengan Lexi atas kemauannya sendiri.""Kamu juga pintar. Kamu menghubungiku, jadi aku bisa segera kirim undangan pernikahan Shemy ke Lexi. Kalau nggak, gimana mungkin Lexi mau nikah denganmu? Tenang saja, Lexi itu anakku, aku paling tahu sifatnya.""Setelah dia pulang nanti, kamu tinggal limpahkan semua kesalahan padaku, lalu nangis sedikit dan ungkit anak di perutmu itu. Aku jamin dia akan hidup baik-baik denganmu.""Soal Shemy, dia juga sudah mati, jadi nggak perlu kamu pikirkan lagi. Tapi kamu memang hebat. Waktu itu aku cuma asal kasih sedikit petunjuk supaya kamu mengadu domba Shemy dan Lexi. Nggak kusangka, kamu malah langsung buat Shemy mati.""Bagus juga. Orang mati mana mungkin masih bisa rebut anakku dariku."Mendengar percakapan dari dalam rumah, Lexi me

  • Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun   Bab 9

    Hanya saja, sekalipun dia bertanya, Shemy juga tidak akan mengatakannya, 'kan?Shemy memang selalu seperti itu. Di luar terlihat lembut dan penurut, tetapi selama dia sudah mengambil keputusan, dia tidak akan pernah menyesalinya.Seperti saat ujian tengah semester kelas dua SMA dulu, Shemy sampai sakit perut parah hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur.Namun, agar Lexi tidak melewatkan ujian akhir karena dirinya, Shemy memaksakan diri terlihat baik-baik saja dan tetap pergi ke tempat ujian.Bahkan dia masih memaksakan diri mengantar Lexi sampai masuk ke ruang kelas. Barulah setelah itu dia pingsan di luar ruang ujian.Dada Levi kembali dipenuhi rasa sakit yang menusuk-nusuk. Terutama saat mengingat adegan dirinya mendorong Shemy di restoran waktu itu. Selama beberapa hari ini, dia selalu tidak berani mengingat kejadian itu.Karena pada malam setelah pulang dan bertemu Shemy, Tania pernah menangis sambil berkata kepadanya, jika Shemy masih mencintainya, dia rela melepaskannya, tida

  • Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun   Bab 8

    Sampai malam sebelum pernikahan, Lexi menghubungi Shemy untuk terakhir kalinya dengan jari-jari gemetar.Tak disangka, Shemy bukan hanya memblokir nomornya, bahkan WhatsApp-nya juga sudah diblokir.Jadi, tunangan Shemy itu memang sepenting itu ya? Sampai-sampai Shemy bahkan tidak mau tetap berteman dengannya.Namun, itu juga bagus. Setidaknya dia bisa benar-benar menyerah, menikah dengan Tania, dan menjalani peran sebagai seorang ayah dengan baik.Di hari pernikahan, semuanya terasa berlalu seperti kilasan cepat. Dia terus mencari sosok Shemy di dalam aula, tetapi Shemy tidak datang, begitu juga ibu Shemy.Melihat kursi yang seharusnya disediakan untuk keluarga Shemy kini ditempati kerabat dan teman lain, dadanya kembali dipenuhi rasa sakit yang menusuk-nusuk.Sampai akhirnya, acara pernikahan selesai dan memasuki sesi bersulang. Saat dia berjalan ke meja teman-teman SMA mereka dulu dan hendak mengangkat gelas untuk bersulang, sahabat terbaik Shemy semasa sekolah tiba-tiba menatapnya s

  • Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun   Bab 7

    Lexi tidak tahu kenapa, tetapi setiap kali dia teringat tatapan terakhir Shemy padanya saat itu, tatapan yang bercampur dengan cinta mendalam, perpisahan, bahkan rasa sakit, hatinya langsung dipenuhi kepanikan.Bahkan ketika dokter memberitahunya bahwa anak di dalam kandungan Tania baik-baik saja, dia sama sekali tidak merasa senang.Setelah Tania tertidur, dia segera menelepon Shemy dengan gelisah. Bagaimanapun juga, hubungannya dengan Tania terjadi karena sebuah kecelakaan. Tania adalah adik kelasnya saat dia belajar kedokteran di luar negeri.Tania mengejarnya selama delapan tahun. Sampai pada tahun keenam, Tania sengaja membuatnya mabuk dan berdandan menyerupai Shemy, barulah mereka berhubungan intim.Setelah kejadian itu, meski mengetahui kebenarannya, dia tetap meminta maaf pada Tania dan memberitahunya bahwa dia benar-benar tidak mencintainya dan tidak mungkin akan mencintainya.Walaupun Shemy sudah tidak mencintainya lagi, bahkan sudah menjauh darinya, seumur hidupnya dia hanya

  • Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun   Bab 6

    "Aku nggak bisa menahan diri, jadi menamparnya sekali. Setelah itu, dia langsung mendorongku dengan marah.""Kamu tahu sendiri, aku lagi hamil. Kondisi tubuhku juga nggak baik. Aku sama sekali nggak tahan meski hanya sedikit benturan."Mendengar perkataan Tania, seluruh tubuhku sontak terpaku di tempat. Bibirku bergetar beberapa kali sebelum akhirnya bisa mengeluarkan suara."Lexi, dengarkan aku, bukan seperti itu. A ... aku benar-benar nggak melakukannya."Siapa sangka, Lexi malah marah. "Shemy, kenapa kamu begitu jahat? Delapan tahun lalu, kamu selingkuh dengan pria lain.""Delapan tahun kemudian, saat aku hampir nikah, kamu merasa aku masih baik padamu, bahkan sampai memukul tunanganku.""Kamu berani memukul wanitaku ya? Hari ini akan kubiarkan kamu merasakan akibatnya." Sambil berkata begitu, dia berjalan mendekat, lalu menendang kursi rodaku dengan marah beberapa kali.Dia juga mendorong kursi rodaku dengan keras ke arah meja makan. Kursi roda itu menghantam meja makan. Mangkuk-ma

  • Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun   Bab 5

    "Sudah sekurus ini masih ikut-ikutan diet!"Dadaku langsung dipenuhi rasa sesak dan pahit karena perhatian Lexi yang mendadak itu. Namun hanya sesaat, aku segera tersenyum dan berkata, "Herry suka aku lebih kurus."Herry adalah nama pria yang dulu dikarang ibu Lexi sebagai selingkuhanku.Sejak Lexi

  • Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun   Bab 4

    Karena untuk keluar rumah kali ini, aku sudah menghabiskan terlalu banyak tenaga. Setelah hari ini, mungkin aku benar-benar tidak akan bisa keluar lagi. Untungnya, pukul satu siang aku menerima telepon dari Lexi. Dia bilang mereka sudah turun.Ibuku sangat tidak senang dan aku harus membujuknya cuku

  • Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun   Bab 3

    Delapan tahun lalu, saat baru mengetahui aku mengidap kanker, harapan terbesarku hanyalah agar Lexi bisa melupakanku dan benar-benar melepaskanku.Namun sekarang, saat mendengar Lexi bisa membicarakan kejadian tujuh tahun lalu dengan begitu tenang dan membicarakanku dengan begitu tenang. Bahkan menc

  • Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun   Bab 1

    Baru saja sampai di rumah dan berbaring di tempat tidur dengan bantuan ibuku, ibu Lexi datang mencariku. Begitu masuk, dia menatapku dengan ragu-ragu, seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi tertahan."Shemy, Tante ... Tante punya permintaan yang nggak tahu malu."Melihat wajahnya memerah, meski dia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status