Setelah menerima transfusi darah, syukurlah ibu Olivia berhasil melewati masa kritis dan dipindahkan ke ruang rawat biasa untuk observasi.Saat pengaruh obat bius memudar, Melda segera mendekat. "Ibu, Ibu sudah sadar? Bagaimana perasaan Ibu?" Wajahnya penuh perhatian, tetapi suaranya menyimpan ketegangan yang samar.Ibu Olivia menatapnya, pandangannya berhenti di wajahnya."Melda." Dia membuka mulut. Suaranya serak dan kering, sarat kelelahan yang menguras jiwa. "Laporan golongan darahmu, perawat sudah memperlihatkannya kepadaku."Tubuh Melda menegang, tatapannya mulai menghindar. "Ibu, golongan darah nggak membuktikan apa-apa. Mungkin ... mungkin dulu rumah sakit salah, atau ....""Salah?" Ibu Olivia memejamkan mata. Saat membukanya kembali, di dalamnya terhampar kepedihan yang begitu dalam. "Sekali mungkin salah, kalau dua kali? Waktu dulu kami membawamu kembali, kami mengandalkan foto masa kecilmu, tanda lahir di tubuhmu, serta keterangan orang tua angkatmu. Tetapi kemudian sebenarn
Read more