Mag-log inBaru setelah membaca catatan harian di akun anonim milik Juan Biantara tentang pertemuan kembali setelah sekian lama, Olivia Nismara akhirnya sadar bahwa selama tiga tahun pernikahan mereka, pria itu ternyata selalu mencintai adiknya. Di hari ketika dokter memvonis usianya tidak akan bertahan lebih dari sebulan, Juan justru sedang menghadiri acara makan hotpot bersama sang cinta sejati, yang juga adik Olivia. Dia membalikkan ponsel dan membiarkan panggilan dari Olivia terabaikan di atas meja dengan santai. Juan berkata, "Melda jarang pulang. Bulan ini aku mau lebih banyak menemaninya." Saat Olivia menjalani kemoterapi hingga muntah dan pingsan, Juan menulis di buku hariannya, [Aku mengajaknya berjalan di sepanjang jalan rindang di almamater kami. Rasanya seperti kembali ke masa lalu.] Ketika rasa sakit membuat Olivia sampai memuntahkan darah di hadapannya, pria itu malah pergi tergesa-gesa. "Anjing peliharaan Melda sakit. Aku harus membawanya ke dokter." Malam pergantian tahun, Olivia meninggal sendirian di kamar rumah sakit. Sementara Juan sedang bersulang bersama keluarganya di bawah gemerlap kembang api. Saat membuka mata lagi, Olivia mendapati dirinya kembali ke titik balik takdirnya. Juan menerobos hujan dengan mata memerah, berusaha meraih dirinya. "Olivia, di kehidupan ini aku nggak bakal mengecewakanmu lagi!" Namun, Olivia hanya berbalik dengan tenang. "Tuan Juan, permisi. Kehidupanmu itu, aku nggak berniat ikut menjalaninya lagi."
view moreJuan berdiri di sisi belakang gereja, di bawah sebuah pohon ek besar. Punggungnya bersandar pada batang pohon yang kasar, seolah hanya dengan begitu tubuhnya yang hampir roboh masih bisa bertahan.Di tangannya tergenggam sebuah kartu undangan pernikahan yang sudah kusut tidak berbentuk.Nama kedua mempelai yang tercetak di atasnya menusuk matanya.Olivia Nismara, Kenzo Gumelar.Benar-benar dia.Selama beberapa tahun terakhir, dia mencari keberadaan Olivia seperti orang gila.Namun, Olivia pergi dengan sangat bersih. Semua kontak diganti, bahkan teman-teman dan rekan kuliahnya di dalam negeri pun hampir tidak mengetahui keberadaannya secara pasti. Mereka hanya samar-samar mendengar bahwa Olivia pergi ke luar negeri dan hidup dengan baik.Dia seolah menghilang dari dunia, atau sengaja menghapus seluruh jejak keberadaannya dari hidup Juan.Juan pernah mencoba bangkit, mencoba mencurahkan seluruh energinya pada pekerjaan, berusaha menggunakan kesibukan untuk mematikan rasa.Namun, setiap m
Universitas yang dipilih Olivia memiliki budaya akademik yang disiplin sekaligus bebas, bidang studi yang dia pilih kebetulan menjadi titik pertemuan antara minat serta kemampuannya.Pembimbingnya adalah seorang profesor wanita yang cukup berpengaruh di bidang tersebut, berpandangan tajam, tetapi juga sangat sabar. Dia segera menyadari potensi Olivia."Olivia, kau adalah peneliti berbakat sejak lahir." Seusai sebuah kelas diskusi, sang pembimbing sengaja menahannya untuk berbicara secara pribadi. Tatapannya menunjukkan kekaguman yang tidak disembunyikan. "Cara berpikirmu sangat unik, nggak gegabah, dan mampu benar-benar mendalami sesuatu. Kalau terus menggali bidang ini lebih dalam, kau bakal mendapatkan hasil yang sangat baik."Pengakuan seperti itu menjadi dorongan yang sangat besar bagi Olivia.Olivia mencurahkan seluruh energinya pada belajar dan penelitian. Kehidupannya yang hanya berkisar antara perpustakaan, laboratorium, dan asrama terasa sederhana, tetapi memberinya kepuasan y
Di tengah riuh suara jangkrik musim panas, bel tanda berakhirnya ujian terakhir pun berbunyi. Ujian masuk universitas Ariel, bersama pekerjaan les privat Olivia yang telah berlangsung hampir setahun, akhirnya resmi berakhir.Nilai ujian memang belum diumumkan, tetapi ekspresi lega dan kepercayaan diri samar di wajah Ariel saat keluar dari ruang ujian sudah cukup membuat Olivia tahu bahwa hasilnya tidak akan buruk.Kedua orang tua Ariel sangat gembira. Rasa terima kasih mereka kepada Olivia begitu besar hingga tidak bisa disembunyikan. Selain melunasi seluruh biaya mengajarnya, mereka juga memberinya amplop merah tebal sebagai hadiah ucapan terima kasih.Olivia melihat tabungan di rekening banknya. Bagi dirinya, itu sudah termasuk jumlah uang yang fantastis, tetapi hatinya justru terasa sangat tenang.Dia menghitung dan merencanakannya dengan saksama. Sekitar sepertiga dari uang itu dia transfer secara anonim ke rekening ibunya.Jumlah tersebut cukup untuk menutup bagian paling mendesak
Juan tidak menyerah.Setelah kebingungan awalnya mereda, muncul tekad yang makin obsesif dalam dirinya. Dia harus mendapatkan kembali Olivia!Tuhan telah memberi mereka kesempatan untuk memulai ulang, dia tidak boleh kehilangan Olivia lagi!Juan menggunakan seluruh koneksi dan relasinya, mencari kabar tentang Olivia seperti orang gila.Akhirnya, dia mengetahui bahwa Olivia bekerja sebagai guru les untuk seorang siswa SMA bernama Ariel dan kini tinggal di rumah Keluarga Tama.Ini benar-benar berbeda dari kehidupan sebelumnya.Benih kegelisahan tumbuh liar di hati Juan.Dia makin yakin bahwa Olivia juga terlahir kembali.Kali ini, dia tidak bisa lagi pasif seperti dulu. Juan harus mengambil langkah terlebih dahulu, memberitahu Olivia bahwa semuanya masih bisa berubah, bahwa perasaannya kini sudah berbeda.Sore itu, Juan sudah menunggu di jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan perumahan elite dekat kota universitas.Juan tahu Olivia ada kelas hari ini dan setelahnya akan kembali ke












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.