Seketika, semua alasan yang sudah Dessy siapkan, tertahan di tenggorokannya.Dia menatap kaku anak yang telah dikandungnya selama sepuluh bulan itu dengan rasa tak percaya, lalu mengulang pertanyaannya perlahan, "Penga … suh?""Iya." Yuan menjawab tanpa ragu sedikit pun. "Kalau nggak, ngapain aku dan Papa repot-repot jagain kamu di rumah sakit?"Dessy tak berkata apa-apa. Dia hanya menatap Yuan lekat-lekat, berusaha mencari sedikit saja tanda kalau anak itu sedang bercanda.Mungkin, detik berikutnya anak itu akan berlari ke samping ranjang, menggenggam tangannya dengan manja, mengaku kalau sejak awal dia tahu ibunya hanya berpura-pura hilang ingatan dan sengaja ikut bermain dengannya.Namun, yang membuatnya kecewa, wajah Yuan justru tampak sangat serius. Anak itu bahkan menarik lengan baju Sean sambil berkata dengan sungguh-sungguh,"Papa, Bibi Dessy kecelakaan karena nyelametin aku. Kasih dia bonus lebih banyak, ya."Perasaan tak masuk akal langsung menyelimuti seluruh tubuh Dessy.Di
Read more