Share

Bab 4

Author: Soda Pop
Sean awalnya hendak langsung menyusul dua orang di depan, tetapi ketika melewati Dessy, pandangannya tanpa sengaja jatuh pada luka di wajah wanita itu yang belum sembuh sepenuhnya. Di benaknya kembali terlintas adegan saat Dessy tanpa ragu mendorong Yuan demi menyelamatkan anak itu ketika kecelakaan terjadi. Ekspresi Sean pun sedikit melunak saat dia berkata, "Kamu baru keluar dari rumah sakit. Istirahat aja di ruang tunggu. Aku sama Yanne aja yang nemani Yuan."

Dessy menarik sudut bibirnya membentuk senyum menyindir.

"Aku ngerti. Aku nggak akan ganggu 'keluarga kecil' kalian."

Sean tidak menyangka Dessy akan menjawab seperti itu. Dengan refleks dia menatap Dessy, tetapi mendapati mata yang dulu selalu dipenuhi kelembutan itu, kini hanya menyisakan kehampaan.

Tanpa alasan yang jelas, dadanya tiba-tiba bergetar.

Dia membuka mulut seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi pada akhirnya hanya menatap Dessy dalam-dalam dengan ekspresi bingung.

"Ada beberapa hal … yang sebenarnya nggak seperti yang kamu lihat."

Mendengar itu, Dessy hampir tertawa keras.

Jelas-jelas dialah yang menyetujui usul Yuan, membiarkan Yanne menggantikan posisi dirinya sebagai ibu kandung sekaligus istri sah. Sekarang untuk apa lagi memasang ekspresi seolah dirinya juga terpaksa melakukan itu?

"Sean, bukankah semua ini terjadi karena kamu mengizinkannya?"

Bola mata Sean terbelalak. Kilatan panik melintas cepat di matanya, bahkan dia sendiri tak menyadarinya.

Kenapa Dessy berkata seperti itu? Apa mungkin ingatannya sudah kembali?

Saat dia hendak bertanya lebih jauh, Dessy justru bertindak seolah tidak terjadi apa-apa dan langsung berbalik berjalan menuju ruang tunggu.

Dengan refleks Sean ingin mengejarnya, tetapi suara panggilan Yuan terdengar dari depan.

Dia menatap punggung wanita itu yang tampak tenang. Detak jantungnya yang sempat berdebar cepat perlahan kembali normal.

Dessy sangat mencintai dirinya dan Yuan. Kalau ingatannya benar-benar sudah pulih lalu melihat Yuan memanggil ibu pada wanita lain, mustahil dia bisa setenang itu.

Mungkin tadi Sean hanya salah dengar.

Dia pun tidak ragu lagi dan segera melangkah menyusul dua orang di depan.

Dari jendela ruang tunggu, Dessy memandang sosok ketiganya dari kejauhan.

Yuan menggandeng tangan Yanne dan Sean di kiri kanannya sambil melompat-lompat riang di tengah. Yanne membungkuk lembut untuk mengusap keringat di dahinya dengan tisu, sementara Sean memandangi interaksi hangat mereka dengan tatapan penuh kelembutan.

Sungguh keluarga yang tampak begitu bahagia.

Dessy menundukkan pandangannya. Tiba-tiba matanya memicing karena pantulan cahaya.

Cahaya itu berasal dari cincin pernikahan di jari manisnya, cincin yang telah dia kenakan selama tujuh tahun.

Tujuh tahun lalu, sejak mengenakan cincin itu, dia mulai menjalani pernikahan yang begitu dia nantikan sepenuh hati.

Dan tujuh tahun kemudian, pernikahan itu ternyata sudah berubah menjadi sebuah lelucon.

Dia lepaskan cincin itu.

Ting!

Dengan suara nyaring yang ringan, cincin itu jatuh ke dalam tempat sampah.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 16

    Melihat tindakannya, Sean yang sejak tadi diam akhirnya tak tahan lagi. Dia menatap Dessy dengan wajah memelas."Dessy, kamu bohongi kami, 'kan? Kamu cuma nggak mau aku dan Yuan terus ganggu kamu, jadi sengaja melakukan ini, 'kan?"Sejak awal Sean sudah memperhatikan pria di samping Dessy, hanya saja dia terus berkata pada dirinya sendiri bahwa itu tidak mungkin. Dessy tidak mungkin bersama pria lain.Sampai sekarang, meski melihat mereka bergandengan tangan dengan matanya sendiri, dia tetap ingin menyangkal.Dia tidak sanggup menerima kenyataan bahwa istrinya yang dia tunggu selama enam tahun ternyata sudah bersama pria lain.Dessy mengeluarkan akta nikah dari tasnya lalu menunjukkannya di depan mereka."Maaf, aku dan Jamie memang udah nikah. Aku nggak bohong."Melihat cap merah terang di atasnya, Sean akhirnya tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri.Dessy benar-benar sudah bersama pria lain, bahkan ... mereka sudah menikah."Dessy, tapi ... tapi kita belum bercerai. Akta nikah in

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 15

    Jamie mengenali siapa ayah dan anak itu, lalu menatap Dessy di sampingnya dengan penuh kekhawatiran.Dia melangkah maju, berniat melindungi Dessy di belakang tubuhnya.Pada hari mereka resmi menjalin hubungan, Dessy sudah menceritakan pernikahan yang penuh luka itu kepadanya.Dia juga tahu seberapa besar luka yang ditinggalkan ayah dan anak itu bagi Dessy.Saat meninggalkan lembaga penelitian dan kembali ke Kota Jindara, dia sudah tahu hari seperti ini pasti akan datang, hanya saja dia tidak menyangka akan datang secepat ini.Dessy hanya menggeleng pelan padanya, memberi isyarat bahwa dia bisa menyelesaikan ini sendiri.Jamie percaya pada Dessy, jadi dia tidak memaksa lagi dan hanya mundur selangkah untuk tetap menjaga wanita itu dari belakang.Setelah enam tahun berlalu, saat kembali bertemu Sean dan Yuan, hati Dessy hanya dipenuhi ketenangan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Tatapannya kepada mereka tak berbeda dengan tatapan kepada orang asing."Kenapa kalian datang ke sini?

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 14

    Enam tahun kemudian, Kota Jindara.Konferensi peluncuran obat baru di institut penelitian.Dessy sedang diwawancara sebagai penanggung jawab proyek.Dia berdiri di atas panggung. Tubuhnya tampak lebih kurus dibanding enam tahun lalu, tetapi sorot matanya begitu terang, membuat seluruh dirinya memancarkan semangat dan percaya diri.Dalam enam tahun terakhir, mereka berhasil mengembangkan obat baru yang mampu menekan sel kanker secara efektif. Itu berarti tingkat kesembuhan pasien kanker akan meningkat drastis.Dalam waktu singkat setengah jam, semua kerja keras dan pengorbanan selama enam tahun itu jelas tak mungkin bisa dijelaskan sepenuhnya.Begitu kata terakhirnya selesai diucapkan, tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruangan.Setelah konferensi berakhir, Dessy membungkuk dalam-dalam.Kemudian dia turun dari panggung, dan matanya langsung mencari sosok yang dikenalnya.Saat itu, tubuhnya mendadak terasa hangat.Dia menoleh dan baru sadar ternyata entah sejak kapan, Jamie sudah berdiri d

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 13

    Mobil khusus itu perlahan meninggalkan pusat kota menuju bandara.Di bawah pengaturan staf, Dessy naik ke pesawat khusus.Setelah dua jam penerbangan, akhirnya mereka tiba di tujuan, Institut Riset Nasional.Setelah turun dari pesawat, dari kejauhan Dessy melihat seseorang berdiri menunggunya.Sosok itu terasa agak familier baginya.Setelah mendekat, barulah dia sadar bahwa pria itu adalah seniornya dulu, Jamie Yudira.Setelah tujuh tahun tidak bertemu, untuk sesaat Dessy tidak tahu harus berkata apa.Jamie seolah menyadari kecanggungannya, lalu berinisiatif mengambil koper darinya sambil membuka percakapan."Dessy, akhirnya kamu mutusin untuk datang ke Institut Riset."Sambil berjalan, Jamie memperkenalkan berbagai laboratorium di institut tersebut kepadanya.Mungkin karena dulu mereka pernah bekerja bersama di laboratorium yang sama selama beberapa tahun semasa kuliah, rasa canggung itu cepat menghilang dan tanpa sadar mereka sudah kembali akrab.Tidak terasa, mereka pun tiba di depa

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 12

    Yanne tidak menyangka ayah dan anak itu tiba-tiba kembali. Wajahnya langsung pucat pasi ketakutan. Dia buru-buru menutup telepon, menyelipkan ponsel ke bawah bantal, lalu memaksakan senyum kaku seolah tidak terjadi apa-apa."Sean, Yuan, aku ….""Cukup!" Sean memotong ucapannya dengan suara keras. Saat ini dia sudah tidak berminat untuk mendengarkan kebohongannya lagi."Yanne, aku nggak pernah nyangka ternyata kamu wanita yang penuh tipu muslihat kayak gini!"Kata-kata Sean yang sambil menahan emosi itu langsung membuat semua pembelaan Yanne tertahan di tenggorokan.Dia segera memasang ekspresi memelas, mulai terisak dan menangis memohon kepada mereka."Sean, tadi memang aku asal bicara karena emosi. Tapi semua itu karena aku teringat kalau hari ini aku alergi gara-gara Dessy, makanya aku bilang begitu!"Sean tidak menyangka Yanne masih saja berkilah, bahkan mencoba melempar semua kesalahan kepada Dessy."Kamu masih berbohong juga!"Dia melempar tablet yang memutar rekaman kamera pengaw

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 11

    Memikirkan kemungkinan itu, Sean merasa tenggorokannya seperti dicekik oleh sebuah tangan besar hingga sulit bernapas.Kalau Dessy benar-benar tidak hilang ingatan, maka ... bukankah semua yang dia dan Yuan lakukan selama tujuh hari ini benar-benar telah menghancurkan hati wanita itu?Melihat Sean yang tampak kehilangan arah seperti itu, sang pelayan hanya bisa menghela napas.Dia datang ke rumah itu tidak lama setelah Yuan lahir dan bertanggung jawab atas tiga kali makan Keluarga Jonanta setiap hari.Karena itu, bisa dibilang dia melihat Yuan tumbuh besar dan juga pernah menyaksikan kebahagiaan keluarga kecil mereka.Namun tujuh hari lalu, Sean tiba-tiba mengumpulkan semua pelayan dan mengumumkan bahwa selama tujuh hari, wanita lainlah yang menjadi nyonya rumah Keluarga Jonanta, sementara istri aslinya malah dijadikan pengurus rumah tangga.Di usianya yang sudah lebih dari lima puluh tahun, mana mungkin dia tak bisa melihat kelicikan di mata wanita itu dan kekecewaan di mata sang nyon

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status