Share

Ketika Cinta Itu Habis
Ketika Cinta Itu Habis
Penulis: Soda Pop

Bab 1

Penulis: Soda Pop
Seketika, semua alasan yang sudah Dessy siapkan, tertahan di tenggorokannya.

Dia menatap kaku anak yang telah dikandungnya selama sepuluh bulan itu dengan rasa tak percaya, lalu mengulang pertanyaannya perlahan, "Penga … suh?"

"Iya." Yuan menjawab tanpa ragu sedikit pun. "Kalau nggak, ngapain aku dan Papa repot-repot jagain kamu di rumah sakit?"

Dessy tak berkata apa-apa. Dia hanya menatap Yuan lekat-lekat, berusaha mencari sedikit saja tanda kalau anak itu sedang bercanda.

Mungkin, detik berikutnya anak itu akan berlari ke samping ranjang, menggenggam tangannya dengan manja, mengaku kalau sejak awal dia tahu ibunya hanya berpura-pura hilang ingatan dan sengaja ikut bermain dengannya.

Namun, yang membuatnya kecewa, wajah Yuan justru tampak sangat serius. Anak itu bahkan menarik lengan baju Sean sambil berkata dengan sungguh-sungguh,

"Papa, Bibi Dessy kecelakaan karena nyelametin aku. Kasih dia bonus lebih banyak, ya."

Perasaan tak masuk akal langsung menyelimuti seluruh tubuh Dessy.

Di hati anak yang mati-matian dia selamatkan ini, rupanya dirinya cuma dianggap sebagai pengasuh belaka ....

Lalu, siapa yang menempati posisi ibu di hatinya? Yanne?

Rasa sakit seperti tusukan jarum menjalar di dadanya. Dessy menggigit bibir bawahnya kuat-kuat agar pertanyaan yang hampir keluar itu tertahan kembali.

Pandangannya beralih kepada Sean yang sejak tadi diam saja.

Dia ingin tahu, selain putranya, apakah di hati suaminya yang sudah menikah dengannya selama tujuh tahun masih ada tempat untuk dirinya.

Tatapan mereka bertemu, Sean terdiam sesaat. Pria itu tidak mengatakan apa pun, hanya menarik Yuan keluar dari kamar rawat.

Hati Dessy perlahan tenggelam makin dalam.

Tidak menyangkal berarti sudah menjadi jawaban terbaik.

Sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya, dia turun dari ranjang lalu bersandar di balik pintu kamar rawat.

Melalui kaca kecil di pintu, dia melihat Sean berjongkok sambil menahan marah dan bertanya kepada anaknya, "Yuan, kenapa kamu bohong bilang Mama itu pengasuh di rumah kita?"

Yuan cemberut dengan wajah sedih.

"Aku pengin Tante Yanne jadi mamaku. Setiap sama dia aku selalu senang. Nggak kayak Mama, kerjanya cuma ngatur aku terus, bikin kesal."

"Lagi pula Tante Yanne bisa main piano dan hebat banget. Mama cuma diam di rumah jadi ibu rumah tangga, nggak bisa apa-apa."

Mendengar putranya sendiri mengaku ingin menjadikan Yanne sebagai ibunya, Dessy langsung seperti kehilangan seluruh tenaga. Perlahan dia jatuh terduduk di lantai.

Ternyata ... dia memang tidak salah dengar.

Yuan benar-benar menyukai Yanne, sampai-sampai rela menjadikan ibu kandungnya sendiri sebagai pengasuh demi memberi tempat untuk wanita itu.

Mendengar nama Yanne, amarah Sean tampak mereda, meski wajahnya masih terlihat serius.

"Meski begitu, kamu tetap nggak boleh bohong."

"Mama 'kan sekarang hilang ingatan dan nggak tahu siapa dirinya sendiri." Yuan menggoyangkan tangan besar ayahnya sambil bermanja. "Ayolah, Pa. Tante Yanne pernah bilang dia juga pengin jadi mamaku. Sekarang akhirnya ada kesempatan, jadi Papa bantu aku sekali ini aja, ya?"

"Lagi pula Papa juga kelihatan senang waktu sama Tante Yanne. Bohong ini sama-sama menguntungkan buat kita. Ini 'kan bohong demi kebaikan. Toh cuma selama Mama hilang ingatan aja, nggak bakal terjadi apa-apa."

Jelas sekali Sean mulai terbujuk. Setelah terdiam cukup lama, akhirnya dia mengangguk.

"Baiklah. Tapi cuma boleh satu minggu. Setelah itu, terlepas Mama udah ingat atau belum, Tante Yanne nggak boleh lagi jadi mamamu."

Mendengar persetujuannya, Yuan langsung melompat kegirangan.

"Asyik! Kalau gitu sekarang kita cepat cari Tante Yanne dan kasih tahu kabar baik ini!"

Setelah itu, Yuan langsung menarik Sean pergi dengan penuh semangat.

Keduanya benar-benar melupakan Dessy yang baru saja mengalami kecelakaan dan masih terbaring di rumah sakit.

Mendengar suara langkah kaki mereka makin menjauh, Dessy tiba-tiba tertawa. Air mata jatuh setetes demi setetes membasahi lantai.

Dia tidak menyangka, sebuah ujian kecil justru membuatnya melihat wajah asli ayah dan anak itu.

Suami yang sudah menikah dengannya selama tujuh tahun, serta putra yang dirawatnya dengan penuh kasih selama lima tahun, ternyata tak satu pun dari mereka benar-benar menyisakan ruang di hati untuk dirinya.

Keluarga bahagia yang selama ini dia kira dimilikinya ternyata hanyalah sebuah lelucon.

Tiba-tiba, nada dering ponsel memecah kesunyian.

Panggilan itu dari lembaga riset farmasi.

"Dessy, udah kamu pikirkan baik-baik? Apa kamu jadi bergabung dalam proyek kali ini?"

Dessy menatap wallpaper foto keluarga mereka bertiga di layar ponselnya. Yang tersisa di matanya kini hanya kehampaan.

"Profesor, aku bersedia ikut."

Di dalam ruangan yang sunyi, suaranya terdengar lembut namun tegas.

"Tapi sebelum proyek dimulai, aku ingin semua informasi tentang diriku dihapus."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 16

    Melihat tindakannya, Sean yang sejak tadi diam akhirnya tak tahan lagi. Dia menatap Dessy dengan wajah memelas."Dessy, kamu bohongi kami, 'kan? Kamu cuma nggak mau aku dan Yuan terus ganggu kamu, jadi sengaja melakukan ini, 'kan?"Sejak awal Sean sudah memperhatikan pria di samping Dessy, hanya saja dia terus berkata pada dirinya sendiri bahwa itu tidak mungkin. Dessy tidak mungkin bersama pria lain.Sampai sekarang, meski melihat mereka bergandengan tangan dengan matanya sendiri, dia tetap ingin menyangkal.Dia tidak sanggup menerima kenyataan bahwa istrinya yang dia tunggu selama enam tahun ternyata sudah bersama pria lain.Dessy mengeluarkan akta nikah dari tasnya lalu menunjukkannya di depan mereka."Maaf, aku dan Jamie memang udah nikah. Aku nggak bohong."Melihat cap merah terang di atasnya, Sean akhirnya tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri.Dessy benar-benar sudah bersama pria lain, bahkan ... mereka sudah menikah."Dessy, tapi ... tapi kita belum bercerai. Akta nikah in

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 15

    Jamie mengenali siapa ayah dan anak itu, lalu menatap Dessy di sampingnya dengan penuh kekhawatiran.Dia melangkah maju, berniat melindungi Dessy di belakang tubuhnya.Pada hari mereka resmi menjalin hubungan, Dessy sudah menceritakan pernikahan yang penuh luka itu kepadanya.Dia juga tahu seberapa besar luka yang ditinggalkan ayah dan anak itu bagi Dessy.Saat meninggalkan lembaga penelitian dan kembali ke Kota Jindara, dia sudah tahu hari seperti ini pasti akan datang, hanya saja dia tidak menyangka akan datang secepat ini.Dessy hanya menggeleng pelan padanya, memberi isyarat bahwa dia bisa menyelesaikan ini sendiri.Jamie percaya pada Dessy, jadi dia tidak memaksa lagi dan hanya mundur selangkah untuk tetap menjaga wanita itu dari belakang.Setelah enam tahun berlalu, saat kembali bertemu Sean dan Yuan, hati Dessy hanya dipenuhi ketenangan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Tatapannya kepada mereka tak berbeda dengan tatapan kepada orang asing."Kenapa kalian datang ke sini?

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 14

    Enam tahun kemudian, Kota Jindara.Konferensi peluncuran obat baru di institut penelitian.Dessy sedang diwawancara sebagai penanggung jawab proyek.Dia berdiri di atas panggung. Tubuhnya tampak lebih kurus dibanding enam tahun lalu, tetapi sorot matanya begitu terang, membuat seluruh dirinya memancarkan semangat dan percaya diri.Dalam enam tahun terakhir, mereka berhasil mengembangkan obat baru yang mampu menekan sel kanker secara efektif. Itu berarti tingkat kesembuhan pasien kanker akan meningkat drastis.Dalam waktu singkat setengah jam, semua kerja keras dan pengorbanan selama enam tahun itu jelas tak mungkin bisa dijelaskan sepenuhnya.Begitu kata terakhirnya selesai diucapkan, tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruangan.Setelah konferensi berakhir, Dessy membungkuk dalam-dalam.Kemudian dia turun dari panggung, dan matanya langsung mencari sosok yang dikenalnya.Saat itu, tubuhnya mendadak terasa hangat.Dia menoleh dan baru sadar ternyata entah sejak kapan, Jamie sudah berdiri d

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 13

    Mobil khusus itu perlahan meninggalkan pusat kota menuju bandara.Di bawah pengaturan staf, Dessy naik ke pesawat khusus.Setelah dua jam penerbangan, akhirnya mereka tiba di tujuan, Institut Riset Nasional.Setelah turun dari pesawat, dari kejauhan Dessy melihat seseorang berdiri menunggunya.Sosok itu terasa agak familier baginya.Setelah mendekat, barulah dia sadar bahwa pria itu adalah seniornya dulu, Jamie Yudira.Setelah tujuh tahun tidak bertemu, untuk sesaat Dessy tidak tahu harus berkata apa.Jamie seolah menyadari kecanggungannya, lalu berinisiatif mengambil koper darinya sambil membuka percakapan."Dessy, akhirnya kamu mutusin untuk datang ke Institut Riset."Sambil berjalan, Jamie memperkenalkan berbagai laboratorium di institut tersebut kepadanya.Mungkin karena dulu mereka pernah bekerja bersama di laboratorium yang sama selama beberapa tahun semasa kuliah, rasa canggung itu cepat menghilang dan tanpa sadar mereka sudah kembali akrab.Tidak terasa, mereka pun tiba di depa

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 12

    Yanne tidak menyangka ayah dan anak itu tiba-tiba kembali. Wajahnya langsung pucat pasi ketakutan. Dia buru-buru menutup telepon, menyelipkan ponsel ke bawah bantal, lalu memaksakan senyum kaku seolah tidak terjadi apa-apa."Sean, Yuan, aku ….""Cukup!" Sean memotong ucapannya dengan suara keras. Saat ini dia sudah tidak berminat untuk mendengarkan kebohongannya lagi."Yanne, aku nggak pernah nyangka ternyata kamu wanita yang penuh tipu muslihat kayak gini!"Kata-kata Sean yang sambil menahan emosi itu langsung membuat semua pembelaan Yanne tertahan di tenggorokan.Dia segera memasang ekspresi memelas, mulai terisak dan menangis memohon kepada mereka."Sean, tadi memang aku asal bicara karena emosi. Tapi semua itu karena aku teringat kalau hari ini aku alergi gara-gara Dessy, makanya aku bilang begitu!"Sean tidak menyangka Yanne masih saja berkilah, bahkan mencoba melempar semua kesalahan kepada Dessy."Kamu masih berbohong juga!"Dia melempar tablet yang memutar rekaman kamera pengaw

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 11

    Memikirkan kemungkinan itu, Sean merasa tenggorokannya seperti dicekik oleh sebuah tangan besar hingga sulit bernapas.Kalau Dessy benar-benar tidak hilang ingatan, maka ... bukankah semua yang dia dan Yuan lakukan selama tujuh hari ini benar-benar telah menghancurkan hati wanita itu?Melihat Sean yang tampak kehilangan arah seperti itu, sang pelayan hanya bisa menghela napas.Dia datang ke rumah itu tidak lama setelah Yuan lahir dan bertanggung jawab atas tiga kali makan Keluarga Jonanta setiap hari.Karena itu, bisa dibilang dia melihat Yuan tumbuh besar dan juga pernah menyaksikan kebahagiaan keluarga kecil mereka.Namun tujuh hari lalu, Sean tiba-tiba mengumpulkan semua pelayan dan mengumumkan bahwa selama tujuh hari, wanita lainlah yang menjadi nyonya rumah Keluarga Jonanta, sementara istri aslinya malah dijadikan pengurus rumah tangga.Di usianya yang sudah lebih dari lima puluh tahun, mana mungkin dia tak bisa melihat kelicikan di mata wanita itu dan kekecewaan di mata sang nyon

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status