Share

Bab 3

Penulis: Soda Pop
Dessy dirawat di rumah sakit selama tiga hari. Luka akibat kecelakaan itu baru pulih sebagian besar.

Selama tiga hari dirawat, setiap hari dia melihat Yanne mengunggah postingan baru di media sosialnya, dan di setiap unggahan selalu ada Sean serta Yuan.

Hari pertama, mereka pergi membuat kue bersama. Suapan pertama setelah kue selesai justru Yuan berikan untuk Yanne.

Hari kedua, mereka pergi berkemah di pinggiran kota. Malam harinya, keduanya memeluk Yuan sambil memandangi langit berbintang di dalam tenda.

Hari ketiga, mereka menemani Yuan mengikuti kelas melukis. Tema pelajarannya adalah "Ibuku", dan yang digambar Yuan adalah Yanne.

Hingga pada hari Dessy keluar dari rumah sakit, Sean dan Yuan yang menghilang selama tiga hari akhirnya muncul bersama Yanne.

Melihat luka di tubuh Dessy yang belum benar-benar sembuh, Yanne tersenyum penuh rasa bersalah.

"Dessy, maaf ya. Beberapa hari ini kami benar-benar sibuk, jadi baru sempat datang ke rumah sakit hari ini."

Dia berhenti sejenak setelah mengatakan itu. Ada tatapan ingin tahu dan menyelidik dalam sorot matanya.

"Aku dengar dari Yuan kamu kecelakaan. Sekarang kondisimu gimana?"

Setelah pertanyaan terlontar, raut tegang langsung terlihat di wajah Sean dan Yuan.

Dessy tahu, mereka sedang mencoba memastikan apakah ingatannya sudah kembali atau belum.

"Dokter bilang aku udah boleh pulang. Cuma … aku masih belum ingat apa-apa. Kamu siapa?"

Dia tetap menunjukkan ekspresi bingung.

Ketiga orang di hadapannya langsung menghela napas lega bersamaan.

Yuan berinisiatif menggenggam tangan Yanne lalu memperkenalkannya kepada Dessy, "Bibi Dessy, ini mamaku."

Gerakan tangan Dessy yang sedang mengurus administrasi kepulangan langsung terhenti.

Meskipun sejak awal dia sudah tahu Yuan ingin menjadikan Yanne sebagai ibunya, saat mendengar sendiri panggilan "Mama" itu, dadanya tetap terasa nyeri tak tertahankan.

Anak yang dia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa kini tanpa beban mengakui wanita lain sebagai ibunya.

Dia mengangkat kepala dan menatap Sean yang berdiri diam di samping.

Pada saat tatapan mereka bertemu, sorot mata pria yang biasanya tenang itu untuk pertama kalinya menunjukkan sedikit kegelisahan.

Dia segera mengalihkan pandangannya dan tetap tidak berkata apa-apa.

Senyum sinis di mata Dessy makin terlihat jelas. Suami yang telah menikah dengannya selama tujuh tahun itu memilih diam membiarkan semua yang dilakukan putra mereka.

Sungguh menyedihkan.

Dessy menekan rasa sakit di dadanya dan hanya bersuara pelan, "Mm."

Setelah urusan keluar rumah sakit selesai, mereka semua naik ke mobil bersama.

Di kursi belakang, Yuan terus mengobrol ramai dengan Yanne tentang kartun favoritnya. Cara mereka berinteraksi terasa alami layaknya ibu dan anak kandung.

Dessy duduk di kursi depan sambil memejamkan mata, berpura-pura tidak mendengar apa pun.

Setelah mobil berhenti, barulah dia sadar bahwa mereka tidak pulang ke rumah, melainkan datang ke taman hiburan.

Yuan langsung menarik tangan Yanne turun dari mobil dengan wajah penuh semangat.

"Mama, cepat! Aku udah lama banget nggak main ke taman hiburan. Aku mau naik mobil bumper sama Mama!"

Mendengar itu, Dessy terdiam sesaat sebelum akhirnya tersenyum pahit.

Saat Yuan berusia tiga tahun, dia sering mengajak anak itu ke taman hiburan. Setiap kali datang, anak itu selalu antusias menarik tangannya untuk mencoba semua wahana satu per satu.

Pada masa itu, Yuan selalu menatapnya dengan mata berbinar penuh rasa kagum dan sayang.

"Aku paling suka pergi ke taman hiburan sama Mama! Aku anak paling bahagia sedunia!"

Namun entah sejak kapan, setiap kali dia mengajak Yuan pergi ke taman hiburan, jawaban anak itu selalu sama.

"Taman hiburan ngebosanin. Aku nggak mau pergi."

Dulu dia pikir Yuan hanya bosan dengan wahana di sana.

Sekarang dia baru sadar, bukan taman hiburannya yang sudah tidak menarik lagi bagi anak itu, melainkan muak terhadap dirinya, ibu yang selalu menemaninya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 16

    Melihat tindakannya, Sean yang sejak tadi diam akhirnya tak tahan lagi. Dia menatap Dessy dengan wajah memelas."Dessy, kamu bohongi kami, 'kan? Kamu cuma nggak mau aku dan Yuan terus ganggu kamu, jadi sengaja melakukan ini, 'kan?"Sejak awal Sean sudah memperhatikan pria di samping Dessy, hanya saja dia terus berkata pada dirinya sendiri bahwa itu tidak mungkin. Dessy tidak mungkin bersama pria lain.Sampai sekarang, meski melihat mereka bergandengan tangan dengan matanya sendiri, dia tetap ingin menyangkal.Dia tidak sanggup menerima kenyataan bahwa istrinya yang dia tunggu selama enam tahun ternyata sudah bersama pria lain.Dessy mengeluarkan akta nikah dari tasnya lalu menunjukkannya di depan mereka."Maaf, aku dan Jamie memang udah nikah. Aku nggak bohong."Melihat cap merah terang di atasnya, Sean akhirnya tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri.Dessy benar-benar sudah bersama pria lain, bahkan ... mereka sudah menikah."Dessy, tapi ... tapi kita belum bercerai. Akta nikah in

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 15

    Jamie mengenali siapa ayah dan anak itu, lalu menatap Dessy di sampingnya dengan penuh kekhawatiran.Dia melangkah maju, berniat melindungi Dessy di belakang tubuhnya.Pada hari mereka resmi menjalin hubungan, Dessy sudah menceritakan pernikahan yang penuh luka itu kepadanya.Dia juga tahu seberapa besar luka yang ditinggalkan ayah dan anak itu bagi Dessy.Saat meninggalkan lembaga penelitian dan kembali ke Kota Jindara, dia sudah tahu hari seperti ini pasti akan datang, hanya saja dia tidak menyangka akan datang secepat ini.Dessy hanya menggeleng pelan padanya, memberi isyarat bahwa dia bisa menyelesaikan ini sendiri.Jamie percaya pada Dessy, jadi dia tidak memaksa lagi dan hanya mundur selangkah untuk tetap menjaga wanita itu dari belakang.Setelah enam tahun berlalu, saat kembali bertemu Sean dan Yuan, hati Dessy hanya dipenuhi ketenangan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.Tatapannya kepada mereka tak berbeda dengan tatapan kepada orang asing."Kenapa kalian datang ke sini?

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 14

    Enam tahun kemudian, Kota Jindara.Konferensi peluncuran obat baru di institut penelitian.Dessy sedang diwawancara sebagai penanggung jawab proyek.Dia berdiri di atas panggung. Tubuhnya tampak lebih kurus dibanding enam tahun lalu, tetapi sorot matanya begitu terang, membuat seluruh dirinya memancarkan semangat dan percaya diri.Dalam enam tahun terakhir, mereka berhasil mengembangkan obat baru yang mampu menekan sel kanker secara efektif. Itu berarti tingkat kesembuhan pasien kanker akan meningkat drastis.Dalam waktu singkat setengah jam, semua kerja keras dan pengorbanan selama enam tahun itu jelas tak mungkin bisa dijelaskan sepenuhnya.Begitu kata terakhirnya selesai diucapkan, tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruangan.Setelah konferensi berakhir, Dessy membungkuk dalam-dalam.Kemudian dia turun dari panggung, dan matanya langsung mencari sosok yang dikenalnya.Saat itu, tubuhnya mendadak terasa hangat.Dia menoleh dan baru sadar ternyata entah sejak kapan, Jamie sudah berdiri d

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 13

    Mobil khusus itu perlahan meninggalkan pusat kota menuju bandara.Di bawah pengaturan staf, Dessy naik ke pesawat khusus.Setelah dua jam penerbangan, akhirnya mereka tiba di tujuan, Institut Riset Nasional.Setelah turun dari pesawat, dari kejauhan Dessy melihat seseorang berdiri menunggunya.Sosok itu terasa agak familier baginya.Setelah mendekat, barulah dia sadar bahwa pria itu adalah seniornya dulu, Jamie Yudira.Setelah tujuh tahun tidak bertemu, untuk sesaat Dessy tidak tahu harus berkata apa.Jamie seolah menyadari kecanggungannya, lalu berinisiatif mengambil koper darinya sambil membuka percakapan."Dessy, akhirnya kamu mutusin untuk datang ke Institut Riset."Sambil berjalan, Jamie memperkenalkan berbagai laboratorium di institut tersebut kepadanya.Mungkin karena dulu mereka pernah bekerja bersama di laboratorium yang sama selama beberapa tahun semasa kuliah, rasa canggung itu cepat menghilang dan tanpa sadar mereka sudah kembali akrab.Tidak terasa, mereka pun tiba di depa

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 12

    Yanne tidak menyangka ayah dan anak itu tiba-tiba kembali. Wajahnya langsung pucat pasi ketakutan. Dia buru-buru menutup telepon, menyelipkan ponsel ke bawah bantal, lalu memaksakan senyum kaku seolah tidak terjadi apa-apa."Sean, Yuan, aku ….""Cukup!" Sean memotong ucapannya dengan suara keras. Saat ini dia sudah tidak berminat untuk mendengarkan kebohongannya lagi."Yanne, aku nggak pernah nyangka ternyata kamu wanita yang penuh tipu muslihat kayak gini!"Kata-kata Sean yang sambil menahan emosi itu langsung membuat semua pembelaan Yanne tertahan di tenggorokan.Dia segera memasang ekspresi memelas, mulai terisak dan menangis memohon kepada mereka."Sean, tadi memang aku asal bicara karena emosi. Tapi semua itu karena aku teringat kalau hari ini aku alergi gara-gara Dessy, makanya aku bilang begitu!"Sean tidak menyangka Yanne masih saja berkilah, bahkan mencoba melempar semua kesalahan kepada Dessy."Kamu masih berbohong juga!"Dia melempar tablet yang memutar rekaman kamera pengaw

  • Ketika Cinta Itu Habis   Bab 11

    Memikirkan kemungkinan itu, Sean merasa tenggorokannya seperti dicekik oleh sebuah tangan besar hingga sulit bernapas.Kalau Dessy benar-benar tidak hilang ingatan, maka ... bukankah semua yang dia dan Yuan lakukan selama tujuh hari ini benar-benar telah menghancurkan hati wanita itu?Melihat Sean yang tampak kehilangan arah seperti itu, sang pelayan hanya bisa menghela napas.Dia datang ke rumah itu tidak lama setelah Yuan lahir dan bertanggung jawab atas tiga kali makan Keluarga Jonanta setiap hari.Karena itu, bisa dibilang dia melihat Yuan tumbuh besar dan juga pernah menyaksikan kebahagiaan keluarga kecil mereka.Namun tujuh hari lalu, Sean tiba-tiba mengumpulkan semua pelayan dan mengumumkan bahwa selama tujuh hari, wanita lainlah yang menjadi nyonya rumah Keluarga Jonanta, sementara istri aslinya malah dijadikan pengurus rumah tangga.Di usianya yang sudah lebih dari lima puluh tahun, mana mungkin dia tak bisa melihat kelicikan di mata wanita itu dan kekecewaan di mata sang nyon

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status