"Selamat malam, Ladies," sapa Daniel ceria sambil bersenandung kecil, mendorong pintu apartemen yang tidak terkunci. "Aku membawakan makanan terbaik di kota ini untuk…"Ucapan Daniel terputus saat matanya menangkap Diana yang duduk di sofa dengan wajah merah padam, sementara Emily berbaring memeluk bantal. Di pangkal leher Emily, terpasang sebuah plester medis."Ada apa ini?" tanya Daniel cepat, meletakkan kantong makanannya ke atas meja. "Emily, kenapa lehermu?""Suami keparatnya baru saja mencoba membunuhnya," jawab Diana sengit."Diana, cukup..." cicit Emily lemah."Tidak, Em! Dia harus tahu!" Diana berdiri menghadap Daniel. "Pengacara yang Emily sewa tadi pagi ternyata sahabat Nicholas Spencer! Pria gila itu mengunci Emily di dalam ruangan Crawford, memaksanya pulang, sampai Emily harus menggores lehernya sendiri pakai pembuka surat agar pria itu melepasnya!""Apa?!" Mata Daniel membelalak sempurna. "Nicholas Spencer benar-benar melakukan hal gila seperti itu?!""Ya! Dia membloki
Baca selengkapnya