"Hati-hati, Olivia. Perlahan saja, jangan sampai pergelangan kakimu tertekan," ucap Daniel dengan suara luar biasa lembut. Ia menahan siku Olivia, membantu wanita itu duduk di kursi penumpang mobilnya."Terima kasih, Daniel," balas Olivia dengan senyum manis yang rapuh. "Maaf ya, aku benar-benar jadi beban untukmu.""Jangan bicara begitu. Kau bukan beban," tegur Daniel pelan sambil menarik sabuk pengaman dan memasangkannya untuk Olivia. "Tunggu sebentar, aku akan memutar."Begitu Daniel menutup pintu penumpang dan berjalan memutar ke arah kursi kemudi, pandangan Olivia langsung jatuh pada konsol tengah mobil. Di sana, layar ponsel Daniel tiba-tiba menyala terang, disertai getaran halus yang memecah kesunyian kabin.Di atas layar tersebut, tertera sebuah nama pemanggil.Emily.Sorot mata Olivia yang semula tampak lugu dan rapuh seketika berubah tajam dan penuh kebencian. Rahangnya mengetat kesal."Pengganggu," desis Olivia sinis.Tanpa ragu, ia meraih ponsel itu dan membalikkannya hing
Read more