Suasana di dalam mobil Daniel terasa timpang. Sepanjang perjalanan membelah kemacetan, Olivia terus berbicara, menceritakan betapa buruk dan melelahkan harinya setelah dipindahkan ke divisi lain. Namun, Daniel sama sekali tidak fokus.Tatapan pria itu lurus menatap jalanan, tapi pikirannya sepenuhnya melayang pada pemandangan di depan lobi tadi, wajah Emily yang tanpa senyum, dan cengkeraman tangan Nicholas yang begitu posesif di jemari wanita itu."Daniel? Daniel!" panggilan Olivia dengan nada agak tinggi akhirnya menarik kesadaran pria itu kembali ke dunia nyata dan melihat ke arahnya.Daniel tersentak pelan. "Ah, ya? Maaf, Liv. Kau bilang apa tadi? Aku sedang memikirkan pekerjaan, maaf."Olivia menghentikan ceritanya. Ia menatap wajah Daniel dari samping dengan dahi berkerut tajam, merasa diabaikan oleh pria yang seharusnya mengemis perhatiannya ini."Kamu sama sekali tidak mendengarkanku sejak kita meninggalkan gedung kantor tadi," tegur Olivia tidak senang. "Apa sih yang sedang k
Read more