Emily menyipitkan matanya. Dahinya berkerut dalam seiring dengan datangnya serangan rasa sakit yang begitu mendadak dan menusuk di kepalanya.Ia mengangkat satu tangannya, memijat pelipisnya yang berdenyut hebat. Udara malam di area kolam renang kediaman Spencer yang tadinya terasa segar, kini mendadak terasa begitu pengap dan membuatnya ingin muntah."Ada apa?" tanya Nicholas dengan suara baritonnya yang rendah. Pria itu langsung menyadari perubahan drastis pada ekspresi istrinya yang tiba-tiba memucat."Kepalaku... kepalaku sakit sekali, Nicholas," bisik Emily dengan suara parau, menahan rasa pening yang membuat pandangannya sedikit berputar."Ayo kita kembali ke kamar sekarang," ucap Nicholas tegas, langsung memegang lengan Emily untuk menopangnya."Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri saja," tolak Emily lemah, mencoba melepaskan tangan suaminya. "Kamu tetaplah di sini.""Tidak, aku akan menemanimu," bantah Nicholas, menolak untuk mendengarkan penolakan istrinya. "Ayo.”Tanpa membua
Read more