“Itu kencan mereka, kenapa juga kau harus hadir di sana?" tanya Nicholas. Nadanya terdengar jelas menolak. Pria itu menatap Emily dengan alis bertaut, raut wajahnya memancarkan ketidaksukaan yang kental saat mendengar rencana istrinya."Nicholas, ayolah," bujuk Emily lembut. Ia memutar tubuhnya di atas kasur agar sepenuhnya menghadap sang suami. "Diana mungkin sedang bingung dan merasa tidak percaya diri.""Itu urusannya dengan pria itu. Bukan urusanmu.""Dia sahabatku, Nicholas. Wajar jika dia memintaku menemaninya di pertemuan pertama yang canggung. Lagipula aku hanya akan menjadi obat nyamuk di sana, aku tidak akan melakukan apa-apa.""Aku tetap tidak suka membayangkanmu duduk satu meja dengan pria itu," ucap Nicholas terang-terangan, tangannya bersedekap di depan dada. "Kau tahu aku tidak menyukainya.""Iya, aku tahu kau tidak menyukai Chris," Emily menghela napas pelan, tangannya terulur mengusap lengan suaminya untuk meredakan ketegangan. "Tapi, apa kau lupa dia sempat membicara
Read more