Malam itu, Bravy mabuk berat.Setelah diantar pulang oleh teman-temannya, dia berjalan sempoyongan kembali ke kamar di tengah kegelapan.Dia menjatuhkan diri dengan lemas ke atas ranjang. Satu tangannya tanpa sadar meraba ke arah nakas sambil bergumam pelan, "Bora, mana sup pereda mabuknya?"Namun, yang disentuhnya hanyalah hawa dingin. Tidak ada lagi semangkuk sup hangat pereda mabuk di sana.Debora sudah bercerai dengannya, dia sudah ... pergi.Menyadari hal itu, kesadaran Bravy mulai kembali, sementara rasa pahit menyebar dari dalam hati hingga ke seluruh tubuhnya.Di luar pintu, di tempat yang tidak bisa dilihat Bravy, Amanda mendengar dengan jelas gumaman pria itu tadi.Kebencian di matanya hampir berubah menjadi sesuatu yang nyata. Tak disangka hanya dalam tiga tahun, Debora benar-benar berhasil merebut tempat di hati Bravy.Amanda mengepalkan tangannya erat-erat, menarik napas dalam-dalam beberapa kali, baru akhirnya ekspresinya tidak lagi terlihat terlalu menyeramkan.Sekarang
閱讀更多