登入Di hari perayaan ulang tahun pernikahan ketiga mereka, hadiah yang disiapkan Debora untuk suaminya adalah selembar surat perjanjian cerai. Dia melirik kursi kosong di seberangnya, lalu menelepon pengacaranya. "Pak, surat perjanjian ceraiku sudah selesai dibuat?" Debora duduk sendirian di meja makan. Cahaya lilin yang berkelip di atas meja memantul di wajahnya, membuat ekspresinya sulit ditebak. "Sudah selesai, Bu. Saya sudah pesan kurir untuk antarkan." Suara pengacara terhenti sejenak, lalu dia bertanya ragu-ragu, "Hari ini ulang tahun pernikahan ketiga Anda dan Pak Bravy. Anda yakin ingin mengajukan perceraian di hari yang begitu bermakna?" Bermakna? Tatapan Debora tertuju pada hidangan yang sudah dingin sejak lama. Kilatan ejekan untuk diri sendiri melintas di matanya. Hari peringatan hanya berarti jika diingat oleh kedua pasangan. Jelas, dalam hubungan antara dirinya dan Bravy, hanya dia yang mengingatnya. Baru saja telepon ditutup, terdengar suara pintu dibuka dari arah depan. Bravy masuk dengan wajah lelah, tetapi kegembiraan dalam nada suaranya tak bisa disembunyikan. "Kasus perceraian Amanda akhirnya selesai. Dia akhirnya bisa benar-benar lepas dari pria yang suka KDRT itu." Setelah sebulan tak bertemu, kalimat pertama yang diucapkan Bravy padanya justru tentang cinta pertamanya yang akhirnya bercerai.
查看更多Mendengar itu, rasa penyesalan di hati Jose semakin dalam. Kalau saja tadi dia bergerak sedikit lebih cepat, dia juga pasti akan ikut terjun tanpa ragu-ragu.Saat ini, Debora sendiri tidak tahu harus merasakan apa. Selama tiga tahun pernikahan, Bravy tidak pernah menghargainya.Namun setelah bercerai, pria itu justru rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkannya. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya meminta agar dikabari kalau Bravy sudah sadar nanti.Keesokan paginya, Bravy akhirnya siuman. Begitu mendapat kabar, Debora mengabaikan larangan Jose, langsung mencabut selang infusnya dan pergi ke ruang rawat Bravy.Saat melihatnya, mata Bravy langsung berbinar-binar. "Bora, syukurlah kamu nggak apa-apa. Uhuk, uhuk ...."Kondisinya jauh lebih parah dibandingkan Debora. Tubuhnya masih sangat lemah.Untuk sesaat, Debora menatapnya dengan ekspresi rumit. Lalu, dia berkata kepada Jose, "Jose, ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengannya berdua saja."Kekecewaan di wajah Jose terlihat
Begitu kata-kata itu terlontar, wajah Bravy langsung memucat. Dia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti istrinya akan menyuruhnya pergi dan semua ini terjadi karena ulahnya sendiri.Bravy meninggalkan toko bunga dengan pikiran kosong. Setelah dia pergi, Debora akhirnya menghela napas lega."Jose, tadi terima kasih ya."Jose melambaikan tangan dengan santai. "Nggak apa-apa, cuma hal sepele."Setelah berkata begitu, dia berhenti sejenak, lalu berkata dengan ekspresi agak serius, "Kalau mantan suamimu datang ganggu lagi, langsung kasih tahu aku. Kamu perempuan dan harus menghadapi dia sendirian, aku takut kamu dalam bahaya."Setelah mereka semakin akrab, Jose memang pernah bertanya kenapa Debora datang ke kota kecil yang terpencil seperti ini.Debora sempat terdiam sesaat, tetapi akhirnya memilih untuk menceritakan pernikahannya yang gagal dengan Bravy.Hal-hal itu belum pernah dia ceritakan kepada siapa pun sebelumnya dan Jose adalah orang pertama yang mengetahuinya.Dia juga
Bravy mencoba membantah, tetapi saat mencari-cari dalam ingatannya, dia tidak menemukan satu pun bukti untuk menyangkal perkataan Debora."Aku ... aku mencintaimu, Bora. Hanya saja aku sendiri nggak sadar ...."Mendengar kata "cinta", Debora menarik sudut bibirnya dengan penuh sindiran. "Kalau cinta, mana mungkin kamu bahkan nggak ingat hari ulang tahun pernikahan kita?""Kalau cinta, mana mungkin kamu nggak punya sedikit pun kepercayaan padaku?"Setiap pertanyaan itu seperti pisau tajam yang menusuk dada Bravy berulang kali hingga tubuhnya seolah-olah dipenuhi luka berdarah.Di saat itu, akhirnya dia menyadari betapa banyak kesalahan yang sudah dia lakukan. Ekspresi Bravy dipenuhi rasa sakit, sementara matanya bergolak oleh penyesalan yang belum pernah ada sebelumnya."Bora, aku benar-benar tahu aku salah. Meskipun sekarang kamu belum bisa maafin aku, bisa kamu kasih aku satu kesempatan? Aku bersedia nunggu, selama apa pun aku akan menunggu."Masih ada secercah harapan terakhir di mat
Setelah mengetahui dari sekretarisnya bahwa Debora membeli tiket menuju Kota Gior, Bravy langsung menyuruh sekretaris membelikan tiket penerbangan tercepat ke sana.Hanya saja, dia lupa bahwa wilayah Kota Gior sangat luas. Hanya mengandalkan satu tiket pesawat saja tidak cukup untuk menentukan lokasi seseorang secara spesifik.Dia mencari selama hampir sepuluh hari di pusat Kota Gior, tetapi tetap tidak melihat sosok familier itu. Sementara itu, urusan perusahaan juga sudah menumpuk terlalu banyak dan benar-benar tidak bisa ditunda lagi.Tidak ada pilihan lain. Dia terpaksa kembali ke ibu kota untuk menangani urusan perusahaan, sambil meminta sekretarisnya menelusuri rekaman CCTV di sepanjang perjalanan guna menemukan keberadaan Debora di Kota Gior.Namun, kota kecil tempat Debora berada sekarang memang sangat terpencil. Butuh hampir 20 hari sampai akhirnya mereka menemukan wanita itu.Saat foto Debora yang sedang berada di toko bunga dikirim ke tangan Bravy, pria yang biasanya selalu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.