Rhea tidak punya pilihan. Ia duduk, dan seketika tubuhnya terasa kaku seperti patung.Aleena menyipitkan mata melihat interaksi itu. “Wah,” komentar Aleena pelan, “kalian berdua benar-benar dekat, ya?”Felix tidak menjawab.Untungnya, saat itu juga Alaric masuk ke ruang makan, diikuti oleh Aldric di belakangnya. Suasana langsung berubah menjadi lebih tegang.Alaric tersenyum melihat Felix berada di kursinya. “Kau duduk di kursiku, Nak.”Felix menatap ayahnya tanpa ekspresi. “Hari ini aku duduk di sini.”Alaric tertawa kecil. Sebuah tawa yang membuat bulu kuduk Rhea berdiri. “Baiklah. Anggap saja hadiah untuk putra kesayanganku.”Ia mengambil kursi di sebelah Aleena, persis berseberangan dengan Felix.Aldric berdiri di belakang Alaric, seperti gambaran pelayan setia yang tidak pernah pergi.Mata Aldric sempat menatap Rein, membuat Rhea menahan napas. Tapi untu
Last Updated : 2026-05-21 Read more