Tuan Felix, Nona Minta Tanggung Jawabmu!

Tuan Felix, Nona Minta Tanggung Jawabmu!

last update최신 업데이트 : 2026-05-21
에:  Mita Yoo방금 업데이트되었습니다.
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
순위 평가에 충분하지 않습니다.
7챕터
6조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Rhea Lance hanya punya satu misi: menyusup ke keluarga Ashford, keluarga mafia paling ditakuti, dan membuktikan bahwa mereka membunuh ayahnya. Masalahnya, bos barunya adalah Felix Ashford. Pria dingin yang rumornya sudah meniduri wanita di seluruh kota. Rhea menganggap Felix sebagai musuh paling utama. Jatuh cinta pada musuh adalah bunuh diri. Tapi jatuh cinta pada Felix Ashford? Jauh lebih sulit.

더 보기

1화

01

“Aku harus membuatnya mengakui perbuatannya!” bisik Rhea.

Dua minggu sejak Rein mulai bekerja di perusahaan milik Felix Ashford, dua minggu sejak Rhea Lance ‘mati’ secara sosial, dan Rein—asisten pribadi Felix Ashford, yang kini hidup menggantikannya.

Rhea mengingat dengan jelas malam ketika ayahnya tewas. Menurut penyelidikan orang kepercayaannya, mobil itu meledak bukan karena kecelakaan. Ada seseorang yang merencanakan korsleting mesin mobil yang menyebabkan ledakan itu.

Dan ia sudah cukup dewasa untuk menyadari bahwa satu-satunya keluarga dengan motif membunuh ayahnya hanyalah Ashford—keluarga geng berbahaya yang sejak dulu menjodohkannya dengan Felix.

Tapi bukti? Tidak ada bukti kuat.

Maka Rhea melakukan satu-satunya hal yang masuk akal yaitu menyamar sebagai pria, menyusup ke sarang musuh, dan menemukan sendiri kebenarannya.

Rhea menahan napas, matanya menyapu ruangan dengan cepat. Ia baru saja selesai memeriksa tumpukan dokumen di meja Felix. Dan sekarang, suara langkah kaki Felix semakin mendekat.

Rhea tidak punya waktu untuk berpikir. Tangannya bergerak refleks, menyelipkan belati itu ke balik kemeja hitamnya, tepat di pinggang bagian belakang, tersembunyi di balik jaket blazer yang ia kenakan. Detik berikutnya, ia sudah berdiri tegap di samping rak buku, berpura-pura sedang merapikan berkas.

Felix Ashford melangkah masuk.

Tinggi, aura dinginnya berbahaya. Mata gelap Felix menyapu ruangan sejenak sebelum berhenti pada Rein—asisten pribadinya yang baru. Tidak ada senyum atau sekadar kata sapaan.

“Rein.”

Suara Felix membuat suasana terasa tegang. Rhea menegakkan punggung. “Ya, Tuan?”

“Kau sudah di sini,” kata Felix datar.

“Tuan memanggil,” jawab Rhea dengan nada suara yang sudah ia latih bermalam-malam sebelumnya. Suara yang lebih dalam dari suara aslinya, nadanya pendek, dan terdengar seperti asisten laki-laki profesional. “Saya hanya datang lebih awal.”

Felix mengangguk pelan. Ia berjalan melewati Rein tanpa curiga, menuju kursinya di balik meja. Rhea diam-diam menghela napas lega.

Rhea meraba belati di balik bajunya. Untuk berjaga-jaga sambil menunggu kesempatan untuk membuat Felix mengaku, dia harus mengambil risiko.

Felix menyandarkan tubuhnya di kursi, jari-jarinya mengetuk meja kerjanya dengan ritme lambat. Matanya yang terlihat lelah menatap Rein.

“Aku punya tugas untukmu hari ini.”

Rhea mengangguk. “Siap, Tuan.”

“Kau akan ikut denganku ke Red Rose.”

Rhea mengangkat alis. “Red Rose?”

“Rumah bordil milik ayahku,” kata Felix datar. “Aku akan menutupnya.”

Rhea butuh satu detik untuk memproses itu. Felix Ashford—putra sulung mafia paling ditakuti di kota—ingin menutup bisnis pelacuran milik ayahnya sendiri?

“Kau terlihat terkejut,” kata Felix, setengah bertanya.

“Sedikit,” jawab Rhea jujur. “Tapi saya tidak dalam posisi untuk berkomentar.”

Felix tersenyum tipis. “Karena itu aku menerimamu sebagai asistenku. Kau tidak banyak bicara.”

‘Kalau saja kau tahu aku ini wanita yang akan kau nikahi, Felix,’ batin Rhea.

Namun Rhea hanya mengangguk.

Felix melangkah lebih dulu. Rhea menyusul langkahnya. Mereka menuju Red Rose dengan SUV hitam yang dikemudikan sopir kepercayaan Felix, Argus. Setengah jam kemudian, mobil berhenti di tempat yang mereka tuju.

Red Rose ternyata lebih mewah dari yang Rhea bayangkan. Bukan gang gelap dengan lampu merah temaram. Bangunannya adalah gedung tiga lantai dengan marmer di setiap sudut, lampu kristal yang jatuh dari langit-langit, dan aroma parfum Prancis yang menyengat sejak pintu masuk.

Dan wanita-wanita di dalamnya ... sangat ramah. Terutama pada Rein.

“Wah, asisten baru Felix? Ganteng juga~”

“Masih muda, ya? Wajahnya mulus banget! Aku yang cewek sampai iri!”

“Dia lebih pendek dari Felix sih, tapi tetep  menarik~”

“Godain aku dong, ganteng~”

Rhea merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya ketika seorang wanita dengan gaun merah menyelipkan jarinya ke kerah kemeja Rein. Bukan karena dia tidak terbiasa dengan perhatian, tetapi karena Rein seharusnya pria yang tertarik pada wanita.

Dan Rhea harus berpura-pura menikmatinya.

‘Astaga, ini terasa sangat salah.’

Rhea memaksakan senyum canggung. “Maaf, saya—”

“Jangan ganggu dia.”

Suara Felix memotong dari belakang.

Rhea menoleh. Felix berdiri di ambang pintu ruang utama, kedua tangan di saku celana panjang hitamnya. Wajahnya dingin, tapi matanya ... matanya yang gelap penuh aura kemarahan.

Bukan pada Rein. Namun pada wanita-wanita itu.

“Asistenku adalah pria yang lurus,” kata Felix, suaranya turun satu oktaf, tegas dan mematikan. “Tidak seperti dunia kalian.”

Keheningan sesaat terjadi di ruangan itu.

Wanita berbaju merah itu segera menarik tangannya, wajahnya pucat. Yang lain menunduk, tidak berani menatap mata gelap Felix.

Rhea berdiri diam di tengah ruangan, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

‘Dia membelaku. Dia tidak tahu aku sebenarnya bukan pria. Tapi dia membelaku,’ batin Rhea.

Itu seharusnya tidak membuatnya merasa apa-apa. Rhea Lance datang ke sini untuk mencari bukti bahwa Felix Ashford adalah pembunuh ayahnya. Bukan untuk merasa dilindungi oleh penjahat yang merenggut nyawa ayahnya.

Tapi kenapa perasaannya mendadak aneh?

“Rein,” panggil Felix tanpa menoleh. “Ikut aku ke lantai atas. Aku akan menunjukkan dokumen kepemilikan tempat ini.”

Rhea menghela napas, kembali berekspresi datar seperti seorang Rein di wajahnya. “Baik, Tuan.”

Dia mengikuti Felix menaiki tangga, meninggalkan ruang utama yang tiba-tiba terasa sunyi. Di balik bajunya, belati itu masih terselip.

Mengingatkan Rhea pada misi sebenarnya.

“Aku harus menemukan bukti itu,” bisiknya.

***

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
7 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status