“Karena aku sudah memilih Felix. Dan aku akan mencari tahu kebenaran dari dia sendiri, bukan dari orang lain.”Vasco menatapnya dengan mata yang sulit diartikan. “Kau terlalu percaya padanya, Rhea. Dan itu akan menghancurkanmu.”Rhea tidak menjawab.Vasco menatap Rhea dengan mata yang penuh arti. Jari-jarinya masih menggenggam erat pergelangan tangan Rhea, seolah takut kehilangan jika ia melepaskannya.“Aku sudah bilang, kali ini, aku akan melindungimu, Rhea,” kata Vasco, suaranya pelan tapi penuh penekanan. “Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi.”Rhea menatapnya dengan mata yang tajam, tanpa gentar. “Aku tidak butuh itu, Vasco.”Vasco mendesah. “Aku tahu kau bisa menjaga diri sendiri. Tapi aku ingin berada di sisimu, Rhea.”Vasco kembali meneruskan, “Aku masih mencintaimu, Rhea.”Rhea menarik napas panjang. Kata-kata itu keluar dari mulut Vasco dengan mudah, seperti sudah ia ucapkan ribuan kali. Namun, kali ini, Rhea tidak lagi terpengaruh.“Tidak ada orang yang menci
อ่านเพิ่มเติม