Pagi harinya, Freya melangkah turun dengan gaun kasual yang sederhana, bermaksud melanjutkan persiapan akhir jamuan makan malam bersama Thomas.Namun, baru saja Freya mengikis jarak beberapa langkah ke dalam ruangan, ia seketika mematung.Perubahan drastis pada sikap Thomas menyengat penglihatannya dengan begitu nyata; pria yang kemarin sore teramat ramah, hangat, dan sarat akan canda tawa itu kini berdiri kaku bagaikan patung di balik meja olahan."Selamat pagi, Thomas," sapa Freya dengan lembut, lalu mencoba menyunggingkan senyum hangat seperti kemarin."Bagaimana dengan racikan saus kita hari ini?"Thomas tidak menatap matanya. Pria itu seketika menundukkan kepala dalam-dalam, menautkan kedua tangannya kaku di depan apron putihnya yang bersih tanpa cela."Selamat pagi, Nyonya Freya," jawab Thomas dengan suara datar, kaku, dan amat formal, begitu berjarak hingga rasanya seolah-olah mereka tidak pernah mengobrol leluasa kemarin sore."Semua persiapan akhir berada dalam kendali saya.
Last Updated : 2026-08-15 Read more