Inicio / Romansa / Jerat Hasrat sang Penguasa / Kebersamaan yang Hangat

Compartir

Kebersamaan yang Hangat

Autor: Aksara_Lizza
last update Fecha de publicación: 2026-08-14 10:35:40

"Nyonya Freya, hidangan utama kita sudah selesai," ujar Thomas dengan nada suara yang begitu renyah.

“Bagaimana kalau sekarang kita menangani bagian terbaik dari seluruh jamuan ini? Saya ingin mengajari Anda membuat sajian penutup favorit keluarga besar Leonardo."

Freya mendongak, matanya yang semula redup oleh sisa-sisa kecemasan mendadak berbinar tertarik. "Sajian penutup favorit? Apa itu, Thomas?"

"Mousse cokelat hitam dengan sentuhan ektrak lavender," jawab Thomas seraya memindahkan mangkuk
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Pengakuan di Ujung Ketegangan

    Freya memalingkan wajahnya sejenak, menatap lurus ke dalam manik mata elang milik Axel yang berdiri tepat di sampingnya.Dalam sepersekian detik keheningan yang menyiksa itu, Freya menyerap ketegangan suaminya.Ia merasakan bagaimana cengkeraman jemari kekar Axel di pinggangnya kian mengerat, sebuah pijatan intim yang seolah menyalurkan seluruh sisa daya untuk menopang tubuhnya.Freya mengumpulkan seluruh sisa keberanian di dalam dadanya sebelum akhirnya memutar tubuhnya kembali menghadap Ibu Manda secara utuh.Dengan dagu terangkat dan suara yang tetap tenang namun bergetar penuh penghayatan mendalam, Freya mematahkan kecurigaan Ibu Manda secara tegas dan gamblang.Topik pembicaraan malam itu sepenuhnya berfokus pada pembelaan emosional Freya atas kehormatan pernikahannya yang selama ini dipertanyakan."Jika Ibu menduga bahwa pernikahan ini hanyalah sekadar transaksi dingin, kesepakatan bisnis, atau perjanjian di atas kertas formalitas belaka..." buka Freya dengan nada suara yang ter

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Tuntutan Jawaban Mutlak

    "Cukup, Ibu! Pertanyaan Ibu benar-benar sudah sangat melintasi batas kesopanan!" tegur Evelyn tajam seraya menatap dengan penuh amarah saat menatap Manda."Freya adalah Nyonya rumah di sini. Dia sudah menyambut kita semua dengan sangat baik sejak kita menginjakkan kaki di vila ini. Tidak sepantasnya Ibu mempermalukannya seperti ini di meja makan, apalagi tidak menghargai keputusan Axel dalam memilih pasangan hidupnya!"Manda memiringkan kepalanya sedikit, menatap putri kandungnya dengan raut wajah tak percaya sekaligus tersinggung.Perdebatan kecil seketika meletus di meja makan saat kedua wanita berdarah bangsawan itu saling melempar argumen yang kian memanas mengenai batasan privasi anak dan hak orang tua untuk tahu."Jangan mengguruiku, Evelyn!" balas Manda dengan intonasi yang tak kalah tinggi dan sengit."Aku adalah ibunya! Sebagai seorang ibu, aku berhak tahu apakah putraku menikah dengan wanita yang benar-benar mencintainya atau hanya dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Ka

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Isu Pernikahan Kontrak

    Sajian hidangan utama berupa potong daging wagyu dengan saus truffle mulai dinikmati di atas meja mahoni, namun tekanan psikologis di ruangan itu sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.Keheningan yang menyelimuti hanya dihiasi oleh denting halus pisau dan garpu perak di atas porselen mahal.Helena, dengan sudut pandang medisnya yang amat analitis dan dingin, memperhatikan setiap gerak-gerik serta ketegangan terselubung di antara Axel dan Freya dari seberang meja sebelum akhirnya ikut angkat bicara."Freya," panggil Helena dengan nada suara datar, menusuk keheningan tanpa basa-basi."Sebagai seorang dokter, aku bisa melihat tingkat stres yang sangat tinggi pada garis wajah Axel.“Bisnis Holding Leonardo menuntut stamina fisik dan kestabilan emosi yang ekstrem. Apakah kau sudah benar-benar siap secara fisik dan mental untuk mendampinginya setiap hari?"Freya meletakkan pisaunya perlahan, meremas serbet linen di pangkuannya dengan jemari dingin."Saya selalu berusaha memberika

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Intimidasi Terselubung

    Suasana ruang makan utama kediaman Leonardo malam itu terasa teramat megah sekaligus mencekam.Pelayan berseragam rapi melangkah tanpa suara, menyajikan hidangan pembuka berupa appetizer laut berkelas tinggi.Namun, suasana hangat yang sempat diimpikan Freya seketika menguap, berganti menjadi arena wawancara terselubung yang amat menegangkan.Manda, yang duduk di sisi kiri meja dengan gaun mewahnya, mengamati Freya yang duduk tepat di samping Axel.Dengan kepribadiannya yang cerewet dan selalu ingin mendominasi setiap pembicaraan, Manda membuka diskusi seraya mengibaskan serbet linen di pangkuannya."Harus kuakui, perubahan penampilanmu malam ini sangat mencolok, Freya," buka Manda dengan suara nyaring yang seketika menarik perhatian seluruh meja.Matanya menyapu wajah dan postur tubuh Freya secara terang-terangan. "Kulit wajahmu tampak jauh lebih segar, bercahaya, dan berkelas. Garis bahumu juga lebih tegap dari terakhir kali aku lihat saat Axel mengirimkan fotomu padaku."Freya ters

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Penilaian sang Kepala Keluarga

    Deru mesin dari deretan mobil mewah yang berhenti berturutan di area carport utama menandai dimulainya badai bagi ketenangan Freya.Pintu jati berukuran raksasa di foyer depan terbuka lebar oleh para pelayan, menyambut kedatangan rombongan inti keluarga besar Leonardo yang melangkah masuk satu per satu.Aura kemewahan yang menyengat serta dominasi yang amat pekat seketika menyapu bersih ketenangan di dalam rumah.Juan memimpin di barisan paling depan, melangkah tegap dengan ekspresi kaku nan berwibawa khas seorang patriarch klan besar.Tepat di sampingnya, Manda tampil flamboyan dengan gaun sutra berkilau dan deretan perhiasan berlian yang memantulkan pendar dingin.Di belakang mereka, Helena didampingi suaminya, Verrel, yang bersikap tenang namun mengamati situasi dengan cermat.Sementara itu, Evelyn melangkah paling akhir, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kode dukungan secara tersembunyi ke arah Freya."Selamat datang kembali di rumah, Ayah, Ibu," sapa Axel dengan suara b

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Persiapan Kedatangan Keluarga Besar

    Kedatangan keluarga besar Leonardo disambut oleh pendar cahaya matahari yang dingin di balik tirai kaca kamar utama.Freya berdiri membisu di depan cermin besar berbingkai ukiran emas, mengenakan gaun formal berwarna pastel yang dirancang sangat anggun.Kain gaun berkualitas tinggi itu membalut tubuhnya dengan indah, namun bagi Freya, pakaian tersebut terasa amat berat, bagaikan baju zirah kaku yang siap menahannya di tengah medan pertempuran sosialita.Dada Freya berdegup kencang secara tak teratur, meresapi rasa panik yang merayap cepat dari telapak kakinya yang dingin hingga ke ulu hati.Bayangan ancaman Manda melalui sambungan telepon beberapa hari lalu terus berulang di dalam benaknya, memperjelas bahwa hari ini adalah hari penghakiman atas kepantasannya sebagai istri putra mahkota keluarga Leonardo.Langkah kaki yang berat dan teratur memecah keheningan kamar. Axel melangkah mendekat dari arah belakang, bayangan tubuhnya yang tegap dan dominan memenuhi pendar cermin di hadapan F

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status