Orang-orang di sekitarnya mulai turun ke lantai dansa bersama pasangan mereka. Kaisar dan Dagny hanya duduk memperhatikan, padahal Cecilie sangat ingin melihat mereka juga berdansa.Evander menangkap tatapan Cecilie ke arah panggung.“Dagny tidak akan bersedia,” ujarnya, langsung memahami arti lirikan Cecilie. “Ia lebih suka menjaga perasaan Permaisuri. Mereka bisa berdansa di Rosehill kalau mau, dan itu akan lebih menyenangkan.”Cecilie menarik napas pelan. Teringat betapa santainya Kaisar saat berada di Rosehill. Ia kembali menjadi Max, pemuda yang bertemu Dagny di pesta debut yang juga dihadiri ibu Cecilie.“Anda benar,” gumam Cecilie. “Berdansa di Rosehill lebih menyenangkan.”Evander memutarnya sekali. Lalu ketika tubuh Cecilie kembali ke dekapannya, suaminya tersenyum miring.“Kalau begitu, kapan-kapan kita meminjam tempat untuk membuat pesta dansa di sana. Dagny tidak akan keberatan.”Cecilie tertegun. Suatu kali, ia pernah membayangkan hal itu. Menyelenggarakan pesta dansa keb
Read more