Bagi Cecilie, hal itu tidak mengherankan. Evander juga pernah berkata bahwa Permaisuri sangat menyayangi Putra Mahkota. Mungkin kasih sayang yang terlalu berlebihan itu yang menyebabkan Sylas memiliki sifat seperti sekarang. “Tetapi Countess Dagny bukan wanita yang ambisius,” ujarnya ibunya lagi. “Sejak dulu Dagny hanya ingin putranya diberi kebebasan menuntut ilmu, karena Alastor sangat pintar dan senang belajar.” Bibir Cecilie nyaris menganga menatap ibunya. Mengapa ibunya terdengar seperti sangat mengenal Dagny? Selama ini ia mengira mereka hanya kenalan biasa, selayaknya para wanita bangsawan yang sesekali bertemu di pesta atau jamuan teh. “Ibu terdengar seperti sahabat Selir Agung Kekaisaran,” ujarnya. Ibunya tertawa kecil. “Oh, tidak persis begitu, sayang,” sahut ibunya. “Kami berteman meski tidak seakrab itu. Tetapi Dagny memang orang yang terbuka pada teman-teman lamanya. Kami berdua dulu debut bersama. Di pesta Lady Whistleman, ia bertemu dengan Putra Mahkota Theoba
더 보기