"Kalau kamu gagal atau kehilangan kendali emosi sedikit aja, permainan selesai. Saya bakal cemooh kamu habis-habisan, dan kita mulai lagi dari awal," jawab Diva manja, namun ada ketegasan di matanya. "Sekarang, mendekat ke sini, Kipli."Aku melangkah mendekati ranjang.Diva langsung bergerak cepat. Dia menarik kerah kemejaku hingga aku condong di atas tubuhnya. Skenario sensual yang intens langsung dia mulai. Sentuhan jarinya yang hangat mulai merayap di dadaku, tepat di sekitar kalung giok."Fokus, Kipli. Tatap mataku, jangan liat ke tempat lain," bisik Diva. Suaranya mendesah pelan, sebuah teknik vokal yang bener-bener menguji ketahanan mental pria mana pun.Gairah di dalam dadaku langsung melonjak drastis.Energi giok yang tadinya dingin mendadak berubah memanas, mencoba berontak dari kekangan. Setiap kali tangan Diva menyentuh titik sensitif di leher dan dadaku, aku harus memusatkan seluruh pikiran pada batu giok itu agar tenagaku nggak meledak."Aduh, Kipli... kok jantung kamu de
더 보기