"Sesi reward yang lebih beringas, ya?" gumamku pelan, menatap pintu ruang ganti yang baru saja tertutup setelah Kanya dan Ciska keluar untuk bersiap menuju lokasi konser.Kata-kata Kanya masih terngiang jelas di telingaku, meninggalkan sensasi panas yang menjalar ke seluruh tubuh.Di leherku, energi giok ikutan bereaksi. Rasanya seperti ada aliran hangat yang terus-menerus berdenyut, merespons gairah yang sengaja ditanamkan oleh idola cantik itu.Namun, aku tahu sekarang bukan waktunya untuk terlena. Di luar sana, David sudah menabuh genderang perang lewat media."Kipli, kamu sudah siap?" Suara Ciska mendadak terdengar dari balik pintu, membuyarkan lamunanku.Aku membuka pintu ruang ganti, menemukan Ciska yang sudah melipat kedua tangan di dada dengan raut wajah super serius. "Siap, Mbak Ciska. Gimana kondisi di luar?""Buruk. Wartawan sudah memenuhi gerbang utama venue konser. Mereka semua mencari kamu dan Kanya," jawab Ciska sembari berjalan cepat di koridor belakang panggung, membe
더 보기