登入Beberapa hari telah berlalu sejak peristiwa mengejutkan di ruang terlarang perpustakaan. Di dalam diri Kaelen kini membawa sesuatu yang tidak dimiliki penyihir lain yaitu percikan energi Gelap. Elemen yang dianggap tabu dan berbahaya, namun justru menjadi kunci baru bagi pemahamannya tentang alam semesta.Meski hanya sepotong kecil, keberadaan energi itu telah mengubah persepsi Kaelen. Indranya menjadi lebih tajam. Dia bisa merasakan getaran energi dari jarak yang jauh lebih luas, dan pandangannya terhadap klasifikasi kekuatan yang selama ini diajarkan di akademi telah runtuh sepenuhnya. Dunia sihir yang dia kenal ternyata hanyalah permukaan dari samudra kekuatan yang jauh lebih dalam dan luas.Pagi itu suara genta raksasa di menara pusat akademi berdentang sebanyak sembilan kali. Suara itu tanda bahwa pengumuman penting akan disampaikan. Seluruh siswa dari tingkatan paling dasar hingga lanjut bergegas bergerak menuju lapangan utama. Di atas panggung batu yang luas, Guru Besar Valeriu
Namun sekeras apa pun elemen itu melawan. Dia tetaplah energi alam. Dan Kaelen adalah wadah mutlak yang diciptakan untuk menampung segalanya.Perlahan namun pasti, keganasan itu mereda. Asap hitam yang tadinya liar itu kini berubah menjadi aliran energi yang halus dan terkendali, berputar rapi di dalam dada Kaelen, di antara inti-inti elemen lainnya. Rasa sakit itu berubah menjadi rasa dingin yang unik. Rasa kekuatan baru yang membuatnya merasa seolah bisa menyatu dengan bayangan apa pun di dunia ini.[PENYERAPAN SELESAI. JUMLAH: KECIL (SESUAI PERINTAH).][ELEMEN GELAP: TINGKAT DASAR 10%][PENGUASAAN: AWAL. PEMAHAMAN DASAR TERSIMPAN. PENGETAHUAN TAMBAHAN DIPEROLEH.]Kaelen menghela napas panjang, lalu membuka matanya kembali. Di manik matanya yang hitam. Sesaat terlihat kilatan bayangan gelap yang berkedip lalu menghilang. Tubuhnya terasa berbeda, lebih lengkap, lebih dalam.Kaelen menatap sisa-sisa asap yang masih ada di wadah kaca itu. Dia sengaja hanya menyerap sebagian kecil saja.
Tiga hari telah berlalu sejak pertarungan dahsyat di Lapangan Latihan Utama. Kabar tentang kemenangan mutlak Kaelen atas Baron seorang jenius elemen Petir yang kebanggaan akademi telah menyebar ke setiap sudut bangunan ini. Bahkan hingga keluar melewati gerbang utama menuju ibu kota.Selama tiga hari itu, suasana Akademi Sihir Kerajaan berubah drastis. Tidak ada lagi tatapan meremehkan. Tdak ada lagi ejekan bisik-bisik. Ke mana pun dia pergi, nama Kaelen Voss kini disertai rasa hormat yang bercampur rasa takut yang mendalam.Setelah pingsan karena kelelahan ekstrem akibat memaksakan tubuhnya menampung energi raksasa, Kaelen dirawat di bangunan medis akademi. Lira dan Dimas tidak pernah beranjak jauh dari sisinya. Keduanya bergantian menjaga dan memastikan tidak ada pihak yang berniat jahat mendekat.Namun berkat ketahanan fisiknya yang telah berubah drastis setelah menyerap begitu banyak inti elemen murni. Pemulihan Kaelen berjalan jauh lebih cepat dibandingkan manusia biasa.Di pagi
Kaelen berdiri tegak di sana. Uap panas berwarna kuning keemasan mengepul keluar dari pori-pori kulitnya. Matanya yang tadinya abu-abu kini berkilat dengan Cahaya Petir yang hidup. Berkedip-kedip setiap kali dia berkedip. Rasa sakit di tubuhnya lenyap digantikan oleh kekuatan yang meluap-luap, begitu besar hingga dia merasa bisa membelah langit jika dia mau.Kaelen menatap Baron yang terhuyung-huyung hampir jatuh. Suaranya rendah namun bergetar dengan kekuatan yang menekan hati semua orang yang mendengarnya."Kau bilang, rasakan kekuatan yang tak bisa aku impikan?" ucap Kaelen pelan namun jelas. "Terima kasih. Berkatmu, aku sekarang mengerti segalanya tentang Petir. Kau benar. Petirmu sangat kuat, sangat cepat, dan sangat menyakitkan. Tapi sayang sekali, kau lupa satu hal penting."Kaelen melangkah maju selangkah. Hanya satu langkah, namun karena energi petir yang mengalir di kakinya, dia seolah berpindah tempat dan sudah berada tepat di depan wajah Baron."Elemen apa pun, sekuat apa
Kaelen memaksakan dirinya berguling ke samping. Pedang energi itu menghantam tanah tempat dia berbaring sedetik sebelumnya, menciptakan kawah berdiameter lima meter. Tanah di sekitar kawah itu meleleh menjadi kaca akibat suhu yang luar biasa panas.Hancur. Jika terkena serangan itu sepenuhnya, ia pasti sudah tidak bernyawa.Kaelen bangkit berdiri dengan susah payah. Pakaiannya robek-robek, tubuhnya penuh luka bakar hitam. Napasnya terengah-engah. Dia benar-benar kewalahan. Kecepatan Baron terlalu tinggi. Serangannya terlalu ganas, dan efek samping dari elemen petir membuat kemampuan bertahannya berkurang drastis."Aku kalah cepat. Aku kalah kuat. Jika terus begini. Aku benar-benar akan mati," batin Kaelen sambil menahan rasa sakit yang luar biasa. "Sistem! Analisis! Cari kelemahannya, cari celah apa pun!"[ANALISIS DIPERCEPAT. MEMINDAI STRUKTUR ENERGI PETIR BARON][PERHATIAN: ELEMEN PETIR BERGERAK DENGAN GETARAN TINGGI. KECEPATANNYA BERASAL DARI KEPADATAN MUATAN ENERGI][KELEMAHAN DIT
Kabar tentang keberhasilan Kaelen, Lira, dan Dimas keluar dari Hutan Dalam dengan selamat. Bahkan membawa pulang Inti Elemen Naga Tanah Purba yang legendaris menyebar ke seluruh penjuru Akademi Sihir Kerajaan bagaikan badai. Tidak ada satu pun siswa atau pengajar yang tidak mengenal nama Kaelen Voss saat ini. Pemuda yang dulunya dianggap sampah. Kini berubah menjadi sosok misterius yang mampu melakukan hal-hal mustahil.Namun semakin tinggi pohon menjulang. Semakin kencang angin bertiup. Rasa kagum dan takut dari sebagian besar siswa berbanding terbalik dengan rasa marah dan dendam yang membara di dada para anggota Kelompok Mahkota Emas. Bagi mereka, kemenangan Kaelen adalah penghinaan terbesar terhadap status dan kekuasaan mereka. Di mata mereka, rakyat biasa seharusnya selamanya tetap menjadi rakyat biasa. Tidak boleh naik ke atas, apalagi menyalip dan membuat mereka tampak konyol.Dan kemarahan itu memuncak paling hebat di hati sosok kedua terkuat di kelompok itu, sosok yang posisi







