Namun di tengah banjir kehancuran itu, Kaelen tidak bergerak mundur selangkah pun. Dia menatap gelombang maut itu mendekat dengan tenang. Di dalam hatinya, dia tidak melawan. Dia tidak memaksakan kekuatannya. Dia hanya... MENGALIR."Kau benar, Valgus. Kau menguasai cara menghancurkan." suara Kaelen bergema, terdengar lembut namun menembus hiruk-pikuk kehancuran.Kaelen mengangkat kedua tangannya lebar-lebar, seolah memeluk seluruh langit dan bumi. Cahaya pelangi di tubuhnya meledak keluar. Bukan sebagai benturan, melainkan menyebar luas seperti air yang tumpah ke permukaan datar. Cahaya itu tipis, luas, dan menyelimuti segala sesuatu."Tapi kau lupa satu hal dasar tentang alam ini. Bahwa di mana ada kehancuran, di situ ada penciptaan. Di mana ada kekacauan, di situ ada ketertiban. Dan di mana ada kegelapan yang paling pekat, di situlah cahaya akan bersinar paling terang.""PENYATUAN AGUNG: LENSA KESEIMBANGAN SEMESTA!"Cahaya putih keemasan yang murni meledak dari tubuh Kaelen, menyeba
Last Updated : 2026-07-14 Read more