Arga segera bangkit dari kursi meja makan, meninggalkan atmosfer perang dingin antara Amara, Siska, Nadine, dan Vania yang masih membara.Dia melangkah cepat menuju pintu depan untuk menemui kurir yang tadi berteriak-teriak kasar di luar pagar Kos Melati."Iya, sebentar! Nggak usah gedor-gedor pagar kencang begitu dong, Mas," seru Arga sambil membuka pintu kayu utama.Begitu sampai di area pelataran parkir, Arga menemui seorang kurir pria berjaket hitam tertutup yang mukanya tidak terlihat jelas karena tertutup helm.Pria misterius itu menyodorkan sebuah kotak hitam gede yang dibungkus lakban rapat tanpa banyak bicara sama sekali."Benar dengan Bapak Arga Mahendra? Ini ada kiriman paket penting, tolong langsung diterima," ucap kurir itu dengan nada suara datar yang dingin."Loh, ini dari siapa ya, Mas? Kok di resinya sama sekali nggak ada nama atau alamat pengirimnya?" tanya Arga mengernyitkan dahinya bingung."Saya cuma bertugas mengantar barang sampai
Last Updated : 2026-06-13 Read more