Alena hampir berasumsi lain. Tapi setelah itu ia cukup mengerti apa yang terjadi dengan Papanya. Tama tampak sedikit menjelaskan, apa saja yang dirinya ketahui tentang sport jantung mendadak, seputar konsumsi makanan, dan cara menanganinya. Alena hanya mengamati, mendengar, mungkin di lain waktu ia akan lebih berhati-hati menjaga kesehatan Papanya. Di tengah keseriusan itu, tiba-tiba Mike menceletuk. "Oh ya, dimana Leon, Alena? Katanya dia juga mau ke rumah sakit?" Alena hanya menghela napas. "Jangan lagi tanyakan dia pada Alena. Tama sudah menjawab pertanyaan Papa, dan Alena harap Kak Mike seharusnya mendengar tadi," jawabnya sambil menoleh ke arah Kakanya. Mike tak mempedulikan, kembali melanjutkan pekerjaannya sambil membuka layar laptop. "Papa sudah makan?" Alena berusaha menatap Papanya. Berusaha menguatkan hati, mencoba peduli, bersikap biasa seperti waktu-waktu lalu, dan menganggap keadaan kembali sepe
Magbasa pa