Aina tahu, dua suster tadi pasti saling tanya, karena yang mereka tahu anak Papa Gino hanya dua orang, Mike dan Alena. Namun meskipun begitu, selama ia berdiri ke pihak kebenaran, tak sekalipun dirinya gentar hanya karena omongan orang. "Sebelum melakukan donor darah, kami akan memerika Mbak Aina terlebih dulu. Hanya sekedar memastikan jika Mbak Aina dalam keadaan sehat dan memiliki kualitas darah yang baik." Jelasnya. "Apa anda bersedia?" "Lakukan saja, Sus! Yang terpenting Ayah saya segera mendapatkan donor darah." Meninggalkan Aina yang tengah di periksa secara keseluruhan kesehatannya, di lain tempat, tengah malam itu Alena baru saja mendapatkan tiket pesawat yang di pesankan suaminya. Keberangkatannya pukul 5 pagi, jadi sangat mendadak. "Sayang... Kamu meding istirahat saja ya. Ini semua biar saya yang packing," kata Aston masih sambil menata koper istrinya. Alena tersenyum gamang. Ia memberikan pakaiann
Read more