Secara terang-terangan, di depan Aston, Alena seakan mengupas wajah Liana. Dokter cantik itu mengepalkan tangan erat, rasanya tak terima Alena menghinanya sebegitu rendah. Dada Liana sudah berdetak kuat, napasnya memburu ingin membalas, tapi ia juga tak ingin menunjukan sikap arogannya kepada Aston.Tiba-tiba saja Alena mundur perlahan hingga tubuhnya menghantam tubuh keras sang suami sambil memegang pelipisnya. Sontak saja Aston langsung panik, perhatiannya untuk sang Istri membuat Liana berada di tampar berkali-kali."Sayang, kamu nggak papa?""Em, sepertinya sedikit pusing, Kak," adu Alena begitu lembut. Kedua tangannya memegang dada besar Aston sambil melirik Liana yang sudah kebakaran jenggot."Kita pulang saja," putus Aston. Alena mengangguk patuh, tiba-tiba saja Aston menggendong tubuh Istrinya, berjalan dengan sikap acuh melewati Liana begitu saja.Hah!"Lihat saja, Alena. Kamu boleh menang untuk saat ini. Tapi kita lihat
Magbasa pa