Airin membeku.Tama tersenyum, menatapnya dengan lembut. Kemudian tanpa menunggu izin dari Airin, ia sudah berinisiatif sendiri memulai pemanasan.Bisa ditebak sendiri apa yang terjadi selanjutnya. Yang pasti malam itu, Tama seolah tak mau melepaskan Airin begitu saja. Bahkan ia masih memeluk erat Airin saat sudah sepenuhnya terlelap.**Hari itu akhir pekan. Tama sengaja menghabiskan waktunya lebih lama di kasur. Apalagi usai pertempurannya semalam dengan Airin.“Suamimu belum bangun, Rin?” tanya Bu Kedasih begitu melihat Airin sedang memasak di dapur.“Belum, Bu.”“Tumben. Biasanya akhir pekan Tama selalu menyempatkan jogging.”Airin tidak menjawab. Tama baru terlelap menjelang pagi. Usai aktivitas panas mereka, sepertinya membuat Tama kelelahan.“Oh ya, hari ini Ibu dan Bapak mau keluar. Nanti Arka, Ibu ajak juga. Kamu jaga rumah, ya?”Airin mengangguk.&ld
Last Updated : 2026-08-30 Read more