“Akh … sudahlah.”Tama mengibaskan tangannya ke udara, kemudian berjalan masuk ke dalam mobil. Ia sangat sibuk hari ini dan tak mau tahu urusan istrinya.Sementara itu, usai mengantar Arka masuk ke dalam kelas. Airin segera keluar dari sekolah. Panggilan interview-nya pukul delapan pagi. Sekarang masih pukul setengah delapan.Ia tidak mau terlambat, selain itu ia butuh waktu untuk mencari alamat klinik tersebut. Meskipun katanya dekat dan letaknya di sekitar sekolah, tapi kalau belum tahu, Airin takut kesasar.Beberapa menit kemudian, Airin tiba di sebuah bangunan baru. Bangunan itu berwarna serba putih, ada tulisan ‘Klinik Pratama Sehat Sejati’ yang ditutupi kain transparan. Sepertinya klinik ini masih baru dan belum grand opening.Airin tersenyum lebar. Ia lega, ternyata tempat yang ia tuju ada di depan mata.“Permisi, Pak. Untuk ruangan interview di sebelah mana, ya?” tanya Airin pada salah satu petugas sekuriti yang berjaga.“Oh … interview. Lurus saja lalu belok kiri, nanti ada be
Last Updated : 2026-08-28 Read more