“Mas … .”Tama menoleh. Ia sudah mengakhiri panggilannya, menyimpan ponsel dan menghampiri Airin.“Kamu mau pergi lagi?”Tama tidak menjawab, tapi kepalanya mengangguk cepat. Airin terdiam, menundukkan kepala. Sesekali tangannya meremas selimut yang ia pakai.“Arka rewel dan Rani sulit menenangkannya. Dia hanya mau sama aku.”Airin terdiam. Entah kenapa alasan itu terdengar begitu sederhana, tetapi justru membuat dadanya terasa sesak.Arka hanya mau bersama Tama?Bukankah selama empat tahun ini mereka hidup tanpa Tama?Lalu kenapa baru sekarang Arka begitu membutuhkannya?Baru saat Rani dan Arka pindah ke kota ini saja, semua berubah.“Aku mohon pengertianmu, Rin.”Airin tersenyum sambil menganggukkan kepala.“Iya, aku paham kok, Mas. Hanya saja ---”Alis Tama mengernyit menatap istrinya dengan tajam.“Maaf, Mas. Andari butuh uang buat bayar UKT besok. Aku ---”“Butuh berapa? Biar aku transfer ke rekeningmu.”Airin terdiam. Sebenarnya ia tidak suka seperti ini. Ia tidak mau menjadi pe
Last Updated : 2026-07-14 Read more