"Aku menyuruhmu menuangkan minuman ke gelasku, bukan menumpahkannya ke atas meja!""M-maafkan aku, Tuan ... Tanganku gemetar," isak Chloe memohon ampun dengan suara parau."Tolong jangan pukul aku lagi. Badanku sakit semua," rintih gadis itu menangkupkan kedua tangannya memelas.Tuan Broto tertawa keras, tawa sadis yang sama sekali tidak memancarkan belas kasihan.Pria tua itu melangkah mendekati sofa, mengayunkan sabuk kulitnya dengan tenaga penuh tepat ke arah bahu Chloe.Bunyi lecutan keras terdengar memekakkan telinga.Chloe menjerit melengking, memeluk tubuhnya sendiri menahan rasa perih yang membakar kulit punggungnya."Aku sudah membelimu dengan harga sangat mahal! Kamu ini cuma binatang peliharaanku!" maki Tuan Broto kembali mengayunkan sabuknya.Pukulan kedua mendarat di paha Chloe, meninggalkan jejak bilur merah yang sangat panjang.Chloe menangis tersedu-sedu, tidak berani melawan sedikit pun.Ia tahu jika ia melawan, pria bengis ini bisa menyiksanya hingga mati
Read More