112Sapaan salam Zikria disahut semua orang di ruang tamu itu, dengan ucapan yang hampir sama. Zikria menyalami kedua mertuanya terlebih dahulu, lalu mendatangi istrinya. Zikria mencium dahi Asmiratih sebelum merunduk guna mengecup pipi Zeira. Gadis kecil itu spontan mengangkat tangan kanan dan memegangi wajah abinya. Zikria berbalik hendak ke wastafel, tetapi Zeira seketika merengek. "Bentar, Neng. Abi bersih-bersih dulu," cakap Zikria, sebelum menyuci tangan dan wajahnya. "Padahal Bunda duluan yang ditemui, tapi Zeira lebih sayang ke abinya," seloroh Asmiratih. "Anak perempuan memang, gitu. Kamu pun sama," sela Natarina. "Dulu, kalau Ibu yang pergi, kamu nyantai aja. Giliran Ayah yang dinas, kamu langsung demam," lanjutnya. Asmiratih mengulum senyuman. "Kak Dita juga bilang begitu. Cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya." "Apalagi abinya sekeren ini. Neng jadi kesengsem," goda Zikria, sebelum mengambil alih putrinya dari gendongan Asmiratih. "Neng, nggak ketemu 4 hari, ka
Read more