Belakangan ini, hubungan kami berdua memang berkembang pesat, bisa dibilang tinggal selangkah lagi.Aku mengangguk, lalu dengan tidak sabar memasukkan tanganku ke dalam baju yoganya.Tante Helen menatapku dengan pandangan menggoda, lalu bibir merahnya perlahan mendekat.Kami pun berciuman dengan mesra dan penuh gairah, saling mengecap aroma satu sama lain.Aku tak lagi merasa puas hanya dengan meremas kedua gundukan besarnya, tanganku perlahan mulai meraba ke arah bawah….“Jangan, sayang. Aku masih belum siap!” Tante Helen langsung menahan tanganku.“Tapi aku tersiksa sekali sekarang!”Sambil berkata begitu, aku menuntun tangan kecilnya untuk menggenggam benda milikku.Wajah cantik Tante Helen langsung merona, matanya memancarkan gairah yang tertahan.Namun, setiap kali aku berniat untuk memuaskannya, dia selalu menolak.“Bagaimana kalau aku hanya main-main saja di luar, nggak akan melewati batas, ya?”Tante Helen tampaknya sudah mulai terbawa suasana, dia pun mengangguk menyetujuinya.
Read more