로그인“Dasar nakal, kamu makin berani saja… agak… agak pelan….” Ibu sahabatku menarikku ke kamarnya, dengan alasan mau mengajariku cara menyentuh wanita, bahkan dengan sukarela membiarkanku menyentuh tubuhnya. Wanita dewasa cantik itu mendekatiku. Satu tangannya membiarkanku memainkan dadanya, sementara tangannya yang lain sibuk memanjakan benda milikku yang menegang. Saat aku tak bisa menahan diri lagi dan memasukkan tanganku ke dalam, menyentuh kulitnya tanpa penghalang…. Dia menggigit bibir merahnya, alisnya yang indah agak berkerut dan sepasang mata indahnya yang berkaca-kaca menatapku dengan pandangan yang begitu mesra dan penuh gairah.
더 보기Meski sadar bahwa sebenarnya diriku dan Leo sama saja dan alasannya bersama ibuku sebagian besar adalah untuk balas dendam padaku.Namun, mendengar ucapannya tetap saja membuat amarahku semakin menyala-nyala. Aku langsung menerjangnya dan kembali menghajarnya habis-habisan.Dia pun bukan lawan yang lemah. Kami berdua berguling-guling di lantai, tak ada yang mau mengalah.Ibuku yang berada di dalam mobil menjerit ketakutan. Dia bergegas memakai pakaiannya, lalu berlari turun untuk melerai kami, “Sudah! Jangan kelahi lagi!”Dia menarik lenganku, air matanya menetes, “Tyson, dengarkan ibu… ini semua salahku, ibu yang bersalah padamu….”Aku menghempaskan tangannya, lalu melototinya dengan mata berkaca-kaca, “Baru sekarang kamu tahu salah?!”Leo merangkak bangun dari lantai dengan sudut bibir yang berdarah. Dia juga melototiku dan berkata, “Kita berdua nggak ada yang berhutang satu sama lain. Kamu bermain dengan ibuku, aku bermain dengan ibumu. Jadi, nggak perlu menyalahkan siapapun!”Saat
Aku bergegas memakai helm dan membuntutinya. Untungnya arus lalu lintas malam itu masih terhitung ramai, jadi aku masih bisa terus mengikuti mereka. Setelah berkendara sekitar dua sampai tiga kilometer, mobil sedan itu berbelok masuk ke sebuah gang.Daerah di sekitar sana adalah kawasan yang akan digusur, suasananya gelap gulita.Aku memarkir motor listrikku di dekat sebuah rumah warga yang sudah terlantar, lalu melanjutkan dengan berjalan kaki.Dari kejauhan, aku sudah bisa melihat mobil sedan itu terparkir di tengah padang rumput liar. Aku pun segera bersembunyi di balik beberapa pipa beton besar yang terletak tidak jauh dari mobil tersebut.Di kursi belakang, ibu sudah duduk saling berhadapan dengan seorang pria.Ibu memeluk kepala pria itu dan kancing kemejanya pun sudah terbuka.Si pria tampak sedang mengerahkan tenaganya di depan dada ibuku sambil terengah-engah.Ibu mendongakkan kepalanya, menunjukkan ekspresi yang begitu menikmati.Karena wajah pria itu membelakangiku, aku bel
Kami terus bermesraan selama hampir empat puluh menit sampai akhirnya benar-benar selesai.“Nggak kusangka kamu sehebat ini, aku benar-benar puas hari ini!” ucapnya dengan tubuh dipenuhi keringat yang harum sambil bersandar di pelukanku.“Kalau nanti tante mau lagi, langsung kirim pesan saja ke aku kapan pun,” ujarku sambil tersenyum dan mengecupnya sekali.Setelah merapikan diri dan memakai baju, Tante Helen baru melangkah pergi.Menjelang siang, Leo dan teman-teman asrama lainnya pun kembali. Leo bahkan sempat bercanda denganku, katanya kamar asrama kami penuh dengan aroma protein.Aku menjawabnya dalam hati, ‘ibumu baru saja kuhabisi di sini, mana mungkin nggak ada aroma?’Saat hari jumat pulang kampus, aku langsung bergegas pergi ke salon Tante Helen. Tapi, karena Leo juga sedang berada di sana, aku dan Tante Helen tak bisa melakukannya.Ditambah lagi, akhir pekan ini dia berniat mengajak Leo pergi mengunjungi saudara. Jadi, aku tak punya kesempatan untuk berduaan dengannya. Rasany
Tante Helen tampak sangat bergairah, dia mulai mengikuti irama gerakanku.“Aahh!” Aku meloloskan desahan tertahan.“Tyson, kecilkan suaramu! Seorang pria suaranya begitu besar, geli tahu!” teriak Leo dari luar.“Aku lagi memuaskan ibumu, rasanya nikmat sekali! Kalau nggak mau dengar, mending pergi saja!”Sahutku sembarangan. Melakukan interaksi intim dengan Tante Helen tepat di depan putranya memberikan sensasi menantang yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.Wajah Tante Helen merona malu. Bermesraan bersama teman asrama putranya, itu membuatnya merasa sangat memalukan.“Tyson, bagaimana kalau begini saja… ibu kita sama-sama kurang belaian laki-laki, kapan-kapan kita cari kesempatan untuk mengobrol dengan mereka, lalu kita tukaran!” ujar Leo melontarkan idenya dari luar.Tadi aku hanya mengira dia sedang bercanda, tak kusangka dia malah membahasnya lagi.“Apa yang kamu bicarakan, sih?” tanyaku sambil terengah-engah.“Aku nggak bercanda, ini seriusan. Kamu juga pernah melihat ibuku,
Pertanyaan itu membuatku tersipu malu, aku tak tahu harus menjawab apa.“Lihat tatapan matamu itu, kelihatan sekali kalau belum pernah pacaran dan nggak tahu apa-apa!” Tante Helen tersenyum manis.Aku jadi semakin salah tingkah, untung saja dia bisa menyelesaikan cukurannya dengan cepat.Aku membaya
Namaku Tyson, seorang mahasiswa semester enam.Hari ini, aku salah urat di bagian sendi paha saat bermain basket, jadi berjalan pulang dengan kaki pincang.Saat melewati sebuah salon bernama ‘Salon Helen’, aku melihat bos cantik di dalam sedang membungkuk menyapu lantai.Kerah bajunya melorot ke baw
Pertanyaannya membuat wajahku memerah. Aku tak menyangka Tante Helen akan berbicara seberani itu.“Aku… aku nggak lihat apa-apa.”“Bohong, tatapan matamu saja sudah seperti mau terbakar. Emangnya punya tante sebagus itu, ya?”Dia sengaja membusungkan dadanya, membuat kelembutan di bagian depannya ag
Belakangan ini, hubungan kami berdua memang berkembang pesat, bisa dibilang tinggal selangkah lagi.Aku mengangguk, lalu dengan tidak sabar memasukkan tanganku ke dalam baju yoganya.Tante Helen menatapku dengan pandangan menggoda, lalu bibir merahnya perlahan mendekat.Kami pun berciuman dengan mes
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.