Pagi itu di depan cermin, pandangan Rara tidak bisa lepas dari gelang sederhana di pergelangan tangannya, pemberian Arjuna semalam. Sejak matanya terbuka, perhatiannya terus saja teralih pada benda kecil tersebut.Rara mengembuskan napas. “Aduh, aku ini kenapa, sih?” gumamnya, lalu menyambar tas untuk berangkat kerja.Baru saja melangkah keluar kamar, ponsel Rara bergetar menayangkan pesan dari Arjuna.Aku sudah di bandara.Senyum kecil terbit di bibir Rara. Pesan berikutnya menyusul dari orang yang sama.Jangan lupa gelangnya dipakai.Rara membalas pesan pertama. Iya, semoga perjalananmu aman. Lalu, memotret gelang di tangannya dan membalas pesan kedua. Aku berangkat kerja dulu.Baik, Bu Kinara. Semangat kerjanya. Nanti kabari kalau sudah sampai kantor.Rara menggigit bibir menahan senyum. Kali ini ia tidak membalas dengan kata-kata, melainkan sebuah stiker mata berkedip.Arjuna lalu membalas, Ah, jangan terlalu manis, Ra. Nanti aku makin enggak sanggup pergi.Rara terkekeh, dan kemb
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-29 อ่านเพิ่มเติม