Hawa dingin dari pendingin ruangan sang CEO menerpa Rara yang masih mematung di ambang pintu. Tiba-tiba ada rasa menyesakkan yang menyerang.Tatapan Satya melebar, sarat akan kejutan yang gagal ia sembunyikan saat menyadari keberadaan Rara di ambang pintu. “Ra.”Rara dengan cepat menguasai ekspresinya, meski gemuruh di dadanya belum juga reda. Otaknya yang rasional mencoba mengambil alih, berusaha keras menempatkan dirinya kembali sebagai bawahan yang profesional.“Maaf, Pak Satya,” ucap Rara kaku. “Saya tidak sengaja menerobos masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu.”Satya gelisah. Tanpa membuang waktu, pria itu melangkah mundur, sengaja menciptakan jarak yang cukup lebar dari wanita di sampingnya. “Tidak apa-apa, Ra. Masuklah,” potongnya cepat, mengabaikan formalitas yang biasanya mereka jaga di kantor.Namun, sebelum Rara sempat melangkah, wanita berpenampilan anggun itu mengulas senyum tipis, sebuah senyuman yang lebih dipenuhi nada skeptis daripada keramahan. Pandangannya menilai
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-05 อ่านเพิ่มเติม