"Ling'er, maafkan Pangeran ini yang tadi kasar padamu. Tapi ... Pengeran ini memang terlalu cemburu dan rindu padamu. Jadi... maafkan Pangeran ini," ucap Wang Dong pada Selir Mei Ling yang sudah bersiap membuka pintu bangunan sepi di belakang istana Langit tersebut. "Hamba, undur diri, Yang Mulia," jawab Selir Mei Ling cepat diikuti salam dan hormat dari pelayan setia Selir Mei Ling yang sudah menyusul langkah nyonyanya meninggalkan bangunan sepi itu. "Nyonya, apakah Nyonya tidak apa-apa?" "Tidak apa-apa, ayo kita kembali ke paviliun Anggrek saja. Kita ke kediaman Sutra diam-diam, esok hari saja, hari ini mungkin penjagaan akan sangat ketat," ajak Selir Mei Ling pada pelayan barunya karena pelayan lamanya telah dihukum mati oleh Raja Wang Ming beberapa saat lalu. "Rahasiakan apapun yang terjadi hari ini, jika bocor nyawa kamu dan semua keluargamu sembilan turunan akan mati!" tegas Selir Mei Ling memperingatkan keras pelayan barunya. "Ba-baik, Nyonya," jawab pelayan baru itu
Baca selengkapnya